Sekali-sekali, mahasiswa memang perlu digampar!

Bicara, memang paling gampang. Apalagi kalau kita di luar sistem, tambah gampang lagi. Kalau ada perlawanan, langsung sembunyi, tidak bisa mempertanggungjawabkan.

Terkait dengan hal tersebut, mahasiswa terkadang jadi mahluk manja yang mau enaknya saja. Banyak hal deh, secara saya juga pernah jadi mahasiswa, dan melakukannya. Ternyata, bisa jadi masalah di masa depan kita.

Kami, para pengajar, memang bisa hanya transfer ilmu, lalu beri soal, kasih nilai, selesai. Namun pembentukan karakter juga kami pedulikan, karena kami sayang.

Jadi, ngga usah marah kalau ‘digampar’ dengan tulisan Bapak Dosen ini. Semoga semua pihak bisa mengambil hikmahnya ^_^

a madeandi's life

Ini cara saya menggampar mahasiswa saya 🙂

  1. Kamu ingin dapat beasiswa S2 ke luar negeri nanti? Pastikan IP di atas 3 dan TOEFL di atas 500! Merasa tidak pinter? BELAJAR!

  2. Empat atau lima tahun lagi kamu bisa sekolah S2 di luar negeri dengan beasiswa. Itu kalau kamu tidak cumatwitteran saja sampai lulus nanti.
  3. Kamu tidak akan bisa S2 di luar negeri karena akan ditolak profesor kalau nulis email formal saja tidak bisa. Alay itu tidak keren, tidak usah bangga!
  4. Tidak usah tanya tips cara menghubungi professor di luar negeri kalau kirim email ke dosen sendiri saja kamu belum bisa. Hey, ganti dulu akun niennna_catique@gmail.com itu!
  5. Tidak usah ikut meledek Vicky, kamu saja tidak tahu kapan harus pakai tanda tanya, tanda seru, tanda titik, spasi, huruf besar, huruf kecil di email kok!
  6. Mana bisa diterima di perusahaan multinasional biarpun IP tinggi kalau nulis email saja lupa salam…

View original post 769 more words

Advertisements