Hotel Majapahit : Romantisme Bangunan Bersejarah

Saya bukanlah pecinta bangunan bersejarah, namun secara logika, pelestarian bangunan bersejarah itu penting bagi anak cucu kita, agar mereka mengenal bagaimana suatu masa berlangsung. Memang penanganannya mesti khusus, namun opsi itu berharga, daripada merubuhkannya, atau merombaknya total menjadi bangunan modern.

Sungguh saya bukannya sok ngecap ‘cintailah bangunan bersejarah’. Namun puluhan tahun hidup di sebuah rumah bergaya Belanda, dilindungi dan dinyamankan di sana, maka kekhawatiran saya mulai muncul, sampai kapan hal ini akan berlangsung. Saya tidak membicarakan hak tinggal atau umur penghuninya, tapi justru keberadaan rumah tersebut, kira-kira bisa dinikmati sampai berapa generasi lagi ya?

20130822-225141.jpg

Saat mengetahui tempat conference kali ini adalah di hotel Majapahit, salah satu hotel bersejarah di Surabaya, terus terang saya langsung terbayang rumah. Hotel-hotel seperti ini memang suasananya hommy. OK ada aja yang bilang serem dan ceritanya pun macam-macam. Yeah, begitu juga yang mereka katakan tentang rumah saya. Namun yang tinggal disana itu lo yang tahu, bahwa ngga ada apa-apa.

20130822-225358.jpg

Dan melihat hotel ini terawat dengan baik, terus terang saya lega. Sejarah akan menjadi sejarah, namun kenangan indahlah yang sebaiknya diturunkan pada generasi berikutnya. Merawat bangunan tua, sehingga ia tetap terlihat cantik saat melewati masa. Justru ketuaannya menjadikannya unik, berbeda dengan bangunan modern lainnya.

20130822-225313.jpg

20130822-225444.jpg

20130822-225611.jpg

Tentu saja hotel ini memiliki sisi menarik lainnya, namun terus terang sisi romantismenya yang begitu kuat, mampu membuat saya mengabadikannya dalam sebuah tulisan.

20130822-225239.jpg

20130822-225700.jpg

***
Sejarah Hotel Majapahit (wikipedia)

20130822-225739.jpg

The Hotel Majapahit is a historic luxury hotel in Surabaya, Indonesia. Located at 65 Jalan Tunjungan, Surabaya. The hotel was founded in 1910 as Hotel Oranje.

During the Japanese occupation of Indonesia the hotel name was changed to Yamato Hotel and initially was used as a temporary prison camp for Dutch women and children. The hotel was the site of the famous “Insiden Hotel Yamato” (in English “Hotel Yamato incident”) on 19 September 1945 in which young Indonesian revolutionaries tore the blue part of the Dutch flag flown in the hotel to change it to the red and white Indonesian flag in the lead up to the Battle of Surabaya.

***
IndriHapsari
Foto : pribadi, kecuali Hotel Majapahit nampak depan, dari javaisbeautiful.com

Advertisements