Tambah Umur Tambah Besar

Mumpung punya kesempatan merenung, akhirnya ketemu juga apa saja yang sudah berubah selama ini, terutama kaitannya dengan’yang tambah besar’.

1. Dompet
Besarnya bukan karena makin banyak duitnya, tapi ukurannya yang makin besar. Kalau dulu cuek saja pakai dompet lipat model cowok, yang praktis dan tipis. Isinya, ya tentu saja mendukung unsur ‘bisa dilipat tadi’.

Sekarang, karena belanja selalu buat 4 orang, keluar (ngga pakai masuk) duit tentu lebih sering. Sehingga saya butuh dompet dengan banyak kompartemen. Memisahkan pecahan puluhan dan ribuan, lalu tempat khusus receh yang perlu resleting.

Tempat kartu juga penuh. Tidak ada satupun kartu kredit karena saya males mau berhutang, terutama malas bayarnya. Jadi hanya ada beberapa kartu ATM, bukan karena kebanyakan duit, tapi kebanyakan rekening. Jaga – jaga karena suka ilfil kalau ngga bisa ngambil duit karena antrian yang panjang, mesin ATM bermasalah, atau duit di ATM habis.

Lainnya, ada kartu anggota koperasi, kartu beli-minum-dapat stempel, kartu rumah sakit, kartu member toko supaya dapat diskon. Tidak lupa meterai karena saya hobi tanda tangan di atas meterai, pulpen dan micro SIM tablet karena saya ambil paket unlimited, tapi yang berbatas *Bingung kan? Saya juga!* sehingga sering ganti SIM card.

2. Tas
Kalau dulu kadang cuek saja melenggang dengan dompet, tanpa tas. Sekarang, saya merasa tas saya makin lama makin besar, dan makin berat.

Kalau ke kantor, bawa berkas dan laptop. Laptopnya ringan, tapi adaptornya yang..ampun deh. Mestinya produsen laptop tidak hanya memikirkan untuk menciptakan laptop yang paling tipis dan paling ringan, namun juga adaptor yang paling ngga nyusahin.

Pergi sama keluarga, isinya berganti. Ada pashmina karena saya sering masuk angin, sachet minuman anti masuk angin, dan minyak ajaib untuk mencegah masuk angin. Iya, temanya memang tambah tua tambah sakit-sakitan *eaaa…berasa nenek-nenek..hehehe*. O ya minyak ajaib itu minyak angin yang dikemas modern, yang diiklankan Agnes Monica. Saya sampai punya beberapa aroma, beberapa merk dan beberapa level kehangatan.

Lainnya berbagai macam tisu, yaitu tisu kering, tisu basah, dan tisu khusus buat membasuh organ kewanitaan *buat cebok*. Untuk gadget ada power bank dan kabelnya, berhubung baterai ponsel cepat drop. Bisa mati gaya kalau ponsel mati. Bisa juga sih bawa tablet, kalau diperkirakan saya bakal menunggu lama.

3. Badan
Seharusnya bisa milih, bagian mana saja yang silakan deh kalau tambah besar. La ini merata! Kalau saya lihat foto masa muda, ih dulu saya kurus ya. Padahal waktu itu saya malah merasa saya paling gemuk di antara semua. Kalau dibanding sekarang…baygon, mana baygon…

Ada memang ibu-ibu yang masih slim dari gadis sampai sekarang. Meski ada kecurigaan ‘jangan-jangan sedot lemak nih’ tapi banyak juga yang menjaga benar pola hidup sehatnya. Olahraga dan makanan. Intinya disiplin diri, mudah kan? *ngga, karena sampai sekarang saya belum berhasil :P*

Katanya makin berumur makin susah menurunkan berat badan. Olah ragapun ngga bisa sebebas dulu. Yang rematik lah, encok lah, osteoporosis lah..jadi yang bisa dilakukan adalah menjaga makanan dan kesehatan. Karena kalau sakit, pasti mahal. Ingat umur, recoverynya lebih lama dibanding masa muda.

Bertambah besarnya badan juga mengakibatkan kebutuhan akan baju yang lebih ngabisin kain dan kecermatan memilih modelnya. Salah sedikit, apa yang mestinya tersembunyikan jadi kelihatan *eaaa..ngomongin apa ini…*

20130420-070815.jpg

4. Pengeluaran
Kalau dulu pengeluaran mungkin untuk beli susu, sekarang saat anak-anak sudah ngga khusus lagi susunya, jangan kira pengeluaran berkurang. Biaya sekolah, les, rekreasi, baju, mainan, makanan perasaan tambah banyak deh.

Apalagi kalau anak sudah bisa milih dan minta. Dulu sih dibilangin satu kali mancep cep. Sekarang pakai argumen, negosiasi, rayuan, asal tercapai win win solution. Kalau ngga, siap-siap aja menghadapi wajah juteknya selama perjalanan.

Kalau bapaknya sih ngga pakai acara minta, langsung beli saja. Paling saya yang terkaget-kaget saat dia pulang bawa oleh-oleh untuk dirinya sendiri. Eh..sebenarnya sama saja sih, dia juga heran dengan hobi saya beli sepatu. Paling saya ingatkan dia dengan quote terkenal :

‘There are two things you can never have too many of, good friends and good shoes’

Hehehe…

Sebentar…artikel ini isinya kok komplain terus sih?

Lo, justru saya sedang bersyukur.

Bersyukur bahwa Tuhan masih mencukupkan hidup kami, masih menjaga kami meskipun perubahan terjadi. Masih menganugrahkan kesehatan dan umur untuk dinikmati. Masih diberi kesempatan untuk berbagi.

Jadi, jalani saja hidup meski entah nanti apa yang terjadi. Percaya Tuhan akan selalu mendampingi ^_^

20130420-070947.jpg

***
Signature : Ferry Prasetyo
Gambar : pinterest.com

Advertisements