Akibat Membiarkan Istri Terlalu Mandiri

20130322-174152.jpg

Nasib. Sejak pacaran sudah jauhan, sehingga apa-apa dikerjakan sendiri. Begitu menikah, sama sibuknya, jadi ya sudah, sering jalan sendiri.

Kalau berangkat dan pulang kerja, sudah biasa sendiri-sendiri. Bisa saja sih, suami mengantar jemput saya. Tapi saya yang ngga betah nungguin dia. Paling menyiksa waktu hamil 8 bulan, perut sudah menyentuh setir jadi tidak boleh berkendara sendiri lagi. Akhirnya kemana-mana diantar suami, termasuk ke kantor Berangkat lebih pagi, pulang lebih sore. Kalau perlu, naik taxi kalau suami lembur. Sekarang sih sudah bebas merdeka lagi, kemana-mana sendiri, paling ditanya ‘lagi dimana?’

Kalau saya ke luar kota, suami yang mengantar dan menjemput di stasiun ataupun bandara. Sesubuh apapun, semalam apapun. Tapi ke luar kotanya ya sendiri, ngga ditemani.

Habis melahirkan, pulang ke rumah naik taxi, sambil bawa bayi. Dua kali tuh! Karena beliaunya sibuk rapat. Ya ngga apa-apa, waktu mau melahirkan diantar kok, dan rajin nengok setiap hari.

Kawin, ngga ada bulan madu. Jadi curi kesempatan kalau suami ditugaskan ke luar. Tapi jangan bayangin perjalanan romantis sejak dari rumah ya. Yang ada, dianya berangkat duluan, baru saya nyusul. Atau, kita berangkat pada hari yang sama, dari kota yang berbeda. Atau, berangkat bareng, pulangnya saya duluan. Hadeeeuh…semoga nanti kesampaian ya, pulang pergi barengan, cuma berduaan ^^

Datang ke perkawinan, sengaja tidak bawa anak-anak. Bukan apa-apa, bukan supaya romantis berduaan. Tapi ada strategi yang dijalankan. Jadi, setelah selesai salaman dengan mempelai, pergi ke tempat makanan, terus misah. Saya ke kiri, dia ke kanan. Ambil yang masing-masing suka, ketemu di tengah. Saling tukar menukar makanan yang sudah diembat. Mau lagi? Ya ambil sendiri! Begitu terus, meeting pointnya ya di situ terus. Kalau kedua pihak sudah puas dan kenyang, baru deh pulang.

Lalu, gw mesti bilang WOW gitu?

Hehehe…ngga sih. Saya juga ngga komplain kok sama suami. Soalnya kemana-mana jadi terbiasa mandiri. Jadi ngga tergantung suami dan bisa menangani sendiri. Efek buruknya, mungkin saya jadi kurang perhatian ya. Tapi rasanya dia lebih suka gitu deh. Soalnya waktu cuti melahirkan, kerjaan saya SMS dia tiap jam untuk nanya ‘lagi ngapain?’. Annoying kan! Tapi dasar iseng dan nganggur, ya itulah yang dilakukan.

Lalu, manjanya kapan? Aaaaah, mau tahuuuu aja ^^

Advertisements

4 Comments

  1. Iya ya … bermanja-manja-nya kapan? Aaaaah, mau tahuuuu aja ^^ hehehe …. 😛
    Jadi ingat pas saya pacaran sama teman satu ruangan/satu kantor … suka di-iri-in sama bu bos sendiri … itu terucap ‘terkadang saya iri lihat kalian berdua yang begitu rajin bekerja … hehe 😛

  2. Aku juga belom kesampaian mau bulan madu. Lha gimana? Jumat akad nikah, sabtu resepsi, senin aku masak UGD terus ngamar 4 hari. bahkan acara selamatan unduh mantu di rumah mertua aku nggak dateng.
    Makanya suka nyuri kesempatan untuk bisa pergi berdua aja sama suami.
    Moga2 ntar kesampaian mau bulan madu beneran

Komen? Silakan^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s