Dunia Mimpi

20130210-232339.jpg

Semua yang berada di panggung, adalah mereka yang dikaruniai kelebihan dalam hal rupa. Semua cantik, semua tampan. Membagi tawa, lirikan mesra, dan larut dalam acara. Bergerak ke kiri dan kanan, disambut gegap gempita. Penonton bertepuk tangan, menantikan kehadiran mereka.

Gerakan yang kompak dan seragam, serta sesuai dengan cerita. Mulut membuka seolah bersuara, padahal hanya lipsync saja. Tapi akting mereka sungguh sempurna, penonton televisi tentu percaya, atas apa yang dilihatnya di layar kaca.

Lampu sorot menambah meriah suasana. Musik pengiring rancak menperdengarkan irama dalam tempo cepat. Semua, termasuk penonton, larut dalam kemeriahan yang diciptakan. Memang jagoan si programmer acara.

Aku masih dengan seragam hitam-hitamku. Bersandar di dinding, karena sejak sepagian ku berlarian ke sana kemari. Memeriksa apakah semua berjalan sesuai rencana, sebelum malam ini kami mengambil tayangan langsung dari tempat acara. Handie talkie seakan sudah melekat dengan tanganku, dan map penuh coretan menyertainya selalu.

Ya, selalu. Yang dipuja adalah mereka yang menampilkan diri begitu rupa. Menjaga citra di depan kamera. Tak tahukah mereka, ada orang-orang yang seperti aku yang kelimpungan sebelum dan saat acara?

Dan apa yang kau lihat, sebenarnya bukan apa yang kau benar-benar lihat. Aku melihat seorang presenter mencium istri orang. Atau seorang bintang yang membentak asistennya, karena salah mengambilkan barang. Atau grup nyanyi sok kompak yang sebenarnya sedang perang dingin di belakang.

Sebuah panggilan masuk ke handie talkie. Seorang penari katanya pingsan di belakang panggung. Aku bergegas pergi.

***

Advertisements