Mencintai Dalam Diam

20130210-174122.jpg

Salah satu penyebab galau akut, yaitu galau yang berkepanjangan dan ngga sembuh-sembuh, serasa no way out, adalah keputusan untuk mencintai dalam diam (MDD). MDD artinya kita mencintai seseorang, tapi tidak mengungkapkannya dalam kata-kata. Mungkin dengan hanya melihat dia dari kejauhan, memberikan perhatian, dengan status Facebook yang bisa dibaca semua orang, atau dengan puisi yang ditayangkan untuk umum dan bisa membuat GR siapa saja, tanpa bisa mengatakan ‘Eh, ini untuk kamu lho!’

Proses yang biasa dilalui oleh orang yang jatuh cinta, awalnya adalah momen-momen manis yang selalu dikenang, dan diulang-ulang dalam ingatan. Bagaimana saat tak sengaja bertatap mata, atau perhatian-perhatiannya yang membuat kita merasa dia juga merasakan hal yang sama.

Itu awalnya. Dan tanpa pengungkapan rasa, yang akan muncul berikutnya adalah rasa rindu. Kok dia belum telepon juga? Kok dia tidak perhatian lagi? Kok dia cuek setengah mati?

Kemudian setelah rindu, perasaan menyiksa berikutnya adalah rasa cemburu. Padahal lo ya, kalau ditelusuri, bukankah si dia masih bebas bergaul dengan siapa saja? Belum jadi milik siapapun kok. Belum tahu perasaan kita kok. Mimpi apa dia semalam, ngga ada yang bilang cinta dia, tapi ada satu pihak yang sensi luar biasa.

Maka keputusan MDD itu kalau diterus-teruskan, hasilnya adalah rasa sakit. Menginginkan sesuatu yang tidak tergapai, dan hubungannya tidak akan jalan kemana-mana, kecuali lingkaran setan antara cemburu, rindu dan galau. Padahal hidup cuma sekali, harusnya dinikmati, bukannya mikirin si dia yang menyiksa hati.

Saran saya, ungkapkan saja.

Memang ada beberapa kendala. Yang pertama adalah, jika kita mencintai orang yang salah. Misal kita dan/atau orang yang kita cintai itu telah memiliki pasangan, cinta sejenis, cinta anak di bawah umur, cinta saudara kandung, dan sebagainya. Kalau ini sih MDD tahap awal pun sebaiknya jangan dilakukan, daripada kebablasan. Mending cari target lain, atau syukuri saja apa yang kita dapatkan. Jika memang jodoh, ya ngga akan kemana, Tuhan akan kasih jalan. Tapi jangan menelikung dari belakang, dengan pikiran manusia yang maunya serba instan.

Kendala kedua, mungkin kalau wanita, masih agak malu untuk mengungkapkan perasaannya. Sedangkan dari pihak pria sendiri, mungkin ada rasa jengah kalau ditembak duluan. Saya pernah adakan survey kecil-kecilan di antara para pria, dan semoga Tips Menembak Cowok ini bisa menjadi pencerahan dan jalan keluar.

Kendala ketiga, ada perbedaan. Entah perbedaan strata sosial ekonomi, agama, gaya hidup dan lainnya. Jadi kita sudah terbayang, kalau jadian dengan dia ini bawaannya ribet untuk selanjutnya. Kalau sudah bisa membayangkan hidup ngga bakal tenang, kenapa diteruskan? Sudah, cari saja yang sama, agar cinta kita tidak lama-lama terkikis karena meributkan beda. Kalau kita bisa menerima beda, tentu jatuhnya bukan MDD, tapi berani menghadapi dampak akibat perbedaan.

Kendala keempat, adalah keberanian. Biasanya karena takut atau tidak siap dengan penolakan. Kalau menurut saya sih itu kalah sebelum berperang. Kalau kita ngga maju, gimana bisa tahu Anda bakal kalah atau menang? Mending tahu sekarang kalau ditolak, biar bisa pindah ke lain hati. Rugi waktu. Pria atau wanita ngga cuma dia saja. Bahkan, kalau ternyata berhasil dan dia juga punya perasaan yang sama, kan OK juga tuh. Caranya bisa macam-macam, mau yang biasa sampai yang >norak juga ada.

Kalau saya tetap membandel, bagaimana?

Membandel artinya tetap mencintai orang yang sama, meskipun tahu tidak akan terbalaskan cintanya. Anda tetap mau MDD, meskipun :

1. Tahu target telah berpasangan.

2. Merasa tak selayaknya wanita menembak pria duluan.

3. hanya mau mencintainya tanpa mau menyatakannya karena masalah perbedaan yang ada.

4. Tak punya nyali untuk mengungkapkannya

5. Sudah ditolak, tapi memutuskan untuk tetap MDD.

Jika salah satu dari kelima kondisi menimpa Anda, dan Anda jadikan itu alasan untuk melakukan MDD, maka sikap yang bisa dipilih:

Galau

Kecuali hasil penggalauan ini bisa menghasilkan karya dan bisa dikendalikan, maka dampak galau yang gawat adalah erosi jiwa, yang lama – lama bisa mengarah ke pergeseran logika.

.

Legowo

Legowo atau besar hati, artinya bisa menerima APAPUN yang dilakukan oleh targetnya. Anda akan ikut mendoakan jika target akhirnya menikah dengan orang lain, ikut berbahagia atas semua kebahagiaannya. Ingat, legowo itu artinya target bisa bersuka ria dengan yang lain, tapi begitu duka, mungkin Anda yang akan kena getahnya sebagai seseorang yang selalu siap mendampingi dan membantunya.

Dalam MDD, tidak ada yang namanya perasaan netral, cuek aja lah, atau menjalani hidup seperti biasanya. Karena sudah melibatkan cinta, perasaan yang mempengaruhi hati dan jiwa, bahkan logika.

Pilihan ada di tangan Anda.

Girls Talk - Indri Hapsari

Girls Talk – Indri Hapsari

Masih penasaran bagaimana sih menghadapi mahluk yang bernama cowok itu? Atau sebaliknya, cewek itu serumit apa sih, maunya apa sih? Yuk mari baca buku terbitan BIP ini, mulai tayang di seluruh Toko Buku Gramedia, pertengahan Juni 2015. Yang ngga sabar atau ngga sempat kesana, bisa PO ke ihapsari(at)outlook.com, atau twitter indyfindme.

Ditunggu ya ^_^

Advertisements