Dilarang Jatuh Cinta!

‘Ngga boleh yaaa…’ kata Rio sambil membalas pandanganku.

Sontak aku menunduk. Ketauan!

Sedari tadi memang Rio, asisten lab mesin, mengajari kami materi Mekanika Teknik, untuk ujian besok. Mata kuliah mesin, yang seperti kebanyakan cewek di jurusanku ini, ngga bikin kita tertarik, apalagi berusaha untuk ngerti. Nah, berhubung salah satu dari kami, ada yang pernah kenal Rio sebagai kakak kelasnya di SMA, maka kami ‘melamarnya’ untuk mengajari sebagai persiapan ujian.

Apa itu berarti kami niat banget ingin mempelajari Mektek? Motivasi pertama, tentu saja! Daripada dapat D dan harus ketemu bapaknya lagi semester depan, mending lolos sekarang, mumpung banyak teman. Motivasi kedua, Rio. Entah kenapa ya, cowok mesin ini cuma ada dua kelompok. Ancur banget, atau ganteng banget. Rio, masuk golongan kedua *grin*. Mungkin benar kata Mario Teguh :

‘Ingin terlihat ganteng? Bergaullah dengan orang jelek!’

Wkwkwk….

OK, balik lagi. Jadi, alih-alih memperhatikan Rio menjelaskan apa, aku lebih suka mengamati rambutnya yang hitam, alis matanya yang tebal, matanya yang tajam, rahangnya yang sempurna..Ehm..turun sedikit, ada bahu yang tegap, dada yang bidang, lengan yang…

‘Ngga boleh yaaa…’ saat itulah Rio memperingatkan.

Malu, lah! Mukaku udah kaya kepiting rebus kali. Sementara teman-temanku terkikik geli. ‘Elu sih’ kata salah seorang sambil nyenggol pelan ‘kalau main yang alus dong!’ katanya sambil nyengir.

‘Gimana. Mau belajar ini, atau … lainnya?’ kata Rio tegas sambil memandangku.

Aku cuma nunduk saja. Ngga berani jawab. Sialan! Mati kutu!

Setelah itu dengan nada biasa Rio melanjutkan lagi penjelasannya.

Aku, yang sudah terlanjur malu di depan teman-teman, jadi bertekad untuk membuktikan. Aku bisa kok! Kalau ujian ini aku ngga lolos, …aku ngulang! Eh, itu sih udah harus ya..hihihi…

Setelah kejadian itu, aku berusaha belajar sendiri. Kukunjungi perpus untuk tambahan referensi. Akan halnya Rio, masih kadang-kadang ketemu sih. Cuma aku lebih memilih jalan memutar daripada ketemu dia. Udah malu duluan soalnya.

Selesai ujian, aku merasa lega. Huaaah…untung bisa semua. Yang Rio ajarin, sama yang aku pelajari di perpus, cukup membantu. D sih lewaaaaat, kalau C, pasti dapat. Harapanku sih B…atau A deh! Kemaruk yaaa…

‘Bisa tadi ujiannya?‘ tahu-tahu Rio sudah di belakang saat ku bergegas pulang.

Aku tersenyum. ‘Bisa dooong’ kataku bangga. ‘Eh, makasih ya…tempo hari sudah diajarin’ Yah, gimanapun juga dia pernah berbaik hati jadi guru les privat.

‘Oh, yang itu…OK’ katanya sambil tersenyum. ‘Karena ujiannya sudah selesai, sekarang…boleh kok…’

‘Boleh apaan?’ kataku heran.

‘Udah boleh …jatuh cinta’ katanya sambil senyum-senyum.

Hah??? Dasar GR! Memalukan! Merendahkan!

Tapi tak urung aku nyengir juga….

20130117-061920.jpg

Sumber gambar : whycenter.com

Komen? Silakan^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s