Balance Your Hip

Setelah berkutat dengan deadline submission paper, time to relax! Bersama dengan para mahasiswa baru, kami berangkat ke kampus outdoor di Trawas. Mau ngadain outbond buat mereka, supaya lebih akrab antar mereka plus sama dosennya.

Pos yang saya jaga, namanya Balance Your Hip. Gini ceritanya:

image

Jadi ada keranjang sampah dibalik, trus di sekitarnya diikat pakai tali yang ketinggian dan panjangnya beda. Tali itu harus diikat di kaos atau celana mereka, dan tanpa menyentuh tali, mereka harus membawa keranjang sampah tersebut ke titik yang ditentukan. Gitu aja?

image

Ngga, karena di atas tempat sampah yang dibalik, ditaruh bola! Jadi, bolanya ngga boleh jatuh. Ada kelompok yang berusaha menahannya, dengan mengikatkan hanger di sekitar bola. Kok punya hanger? Iya, sebelumnya mereka harus rebutan benda yang dijadikan maskot. Benda itu juga bisa jadi alat bantu untuk permainan. Dan tentu saja, panitia menyiapkan benda yang NGGA MUNGKIN jadi alat bantu. Ada dress, handuk kecil, lobak, timun, sikat gigi,…hehehe..

image

Seperti dapat diduga sebelumnya, ngga ada yang berhasil. Sebenarnya kunci permainan ada di nama permainannya, Balance Your Hip. Tapi yang menarik adalah dinamika kelompok.

Ada kelompok yang menyerah begitu waktu tinggal 2 menit, namun ada yang memanfaatkan benar sisa waktu yang ada. Berjuang sampai penghabisan. Ada yang semua sama rasa sama rata, jadi ngga ada yang koordinir, sehingga jalan sendiri-sendiri dan tempat sampah susah sekali bisa naik tanpa menjatuhkan bola di atasnya. Ada yang mengkoordinir dengan santai dan tenang, malah dibawa guyonan. Ada yang marah-marah kalau bolanya sampai jatuh, dengan cara memarahi temannya yang ngga bisa melawan. Ada mereka yang usul ini itu, tapi ada juga yang pasif ‘terserah deh lu mau ngapain’.

Ada kelompok yang menyerah begitu waktu tinggal 2 menit, namun ada yang memanfaatkan benar sisa waktu yang ada. Berjuang sampai penghabisan. Buat yang cepat menyerah, biasanya sibuk menyalahkan angin, hujan, ‘enak kelompok lain’ (apa hubungannyaaaa coba), dan peraturan juga ikut disalahkan. Ada yang semua sama rasa sama rata, jadi ngga ada yang koordinir, sehingga tempat sampah susah sekali naiknya tanpa menjatuhkan bola di atasnya. Ada yang mengkoordinir dengan santai dan tenang, malah dibawa guyonan. Ada yang marah-marah kalau bolanya sampai jatuh, dengan cara memarahi temannya yang ngga bisa melawan. Ada mereka yang usul ini itu, tapi ada juga yang pasif ‘terserah deh lu mau apa’.

Dan itulah hal-hal yang saya bahas waktu sesi refleksi. Ada faktor internal dan eksternal yang mendukung keberhasilan seseorang. Bahwa manfaatkan waktu dengan baik, jangan menyerah. Dalam kelompok, harus ada yang bersedia menjadi pemimpin, dengan pendekatan kepemimpinan yang humanis. Jalani hidup dengan serius, tapi juga santai. Mencoba untuk lebih proaktif karena sumbangan sekecil apapun tetap berharga bagi lingkungan maupun orang lain.

Jika dikaitkan dengan kegiatan perkuliahan, kita memang bisa menyalahkan berbagai hal atas sulitnya tugas yang diberikan, namun yang terpenting adalah motivasi diri harus tetap terjaga. Waktu yang berlalu dengan cepat hendaknya menjadi pengingat untuk mengejar ketertinggalan. Misal ada materi yang belum begitu menguasai, maka mahasiswa harus proaktif untuk memperbaikinya, dengan cara mencari referensi lain, bertanya ke asisten, dosen atau belajar dengan teman yang lebih paham dan sebagainya. Intinya adalah usaha sampai waktu yang membatasi. Bekerja dalam kelompok akan terus berlangsung hingga akhir masa studi.

Karena itu mengetahui karakter masing-masing anggota, berusaha menerima dan menyesuaikan diri dengan perbedaan yang ada. Termasuk mungkin merendah dulu sementara sementara
yang lain lebih tinggi (balance your hip) agar harmoni dapat terjadi, tugas lancar diselesaikan dengan atau tanpa friksi yang tak berarti, saling mendukung dan menyemangati, serta melewati suka dan duka bersama – sama. Empat tahun bukan waktu yang sebentar, dan biarlah empat tahun itu akan menjadi kenangan terindah yang tak terlupakan. Persahabatan kekal yang semoga bukan hanya tinggal kenangan.

image

Pesan sponsor:
Semoga jumlah mahasiswa baru = jumlah mahasiswa yang lulus tepat waktu (kalau bisa lebih cepat^^)
Foto: koleksi Pribadi

Komen? Silakan^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s