Kita dan Hujan

20130102-191419.jpg

Hujan, tanpa kamu, itu sesuatu ya.
Duduk di pinggir jendela, memandangi tetesan air.
Satu-satu, turun membasahi kaca.
Langit memang sedang menangis, tapi tak bermuram durja.
Langit sedang tersenyum, sayang.
Tetap terang kok, tak ada awan gelapnya.
Aneh ya, hujan kali ini tidak membuatku sendu,
meski tanpa hadirmu..

***
Harus pulang pakai kereta sore ini?

Iya, besok ada quiz.

Oh? Sudah belajar?

Gampang.

Kenapa tidak bilang?

Buat apa? Toh aku tetap akan kesini.

Setidaknya, kau bisa belajar selama disini.

Dan melewatkan waktu bersamamu? Hei! Aku jauh-jauh datang untuk kamu!

Nanti kamu ngga lulus…

…aku sudah belajar kok (nyengir)

Aaaah…nakaaaal (nyubitin pinggangnya)
Godain terus deeee (meluk lengannya)

Habis, seneng sih godain kamu (ketawa, ngacak-ngacak rambutnya)

***
Hujan, dari dalam kereta, itu sesuatu ya.
Melihat butiran air mengalir ke arah berlawanan.
Kereta ke depan, tetesan hujan ke belakang.
Seperti cintaku yang tertinggal, meski raga sudah melanglang.
Namun, bulan depan ku kan kembali. Menemui hati.
Sekarang, buka buku. Mulai belajar.

***
.
.
(jangan hujan terus ya…nanti mellow lagi neeeeh)
Foto : painetworks.com

Komen? Silakan^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s