Mama Cantik Deh!

‘Mama cantik deh!’ kata adek ketika saya keluar dari kamar. Saatnya untuk berangkat kerja, dan adek melihat ada perbedaan antara penampilan saya di rumah dan di tempat kerja. Saya menghentikan langkah saya dan menciumnya. Sebenarnya tidak boleh ge-er, karena toh wajah saya tidak berubah. Mungkin karena make up dan baju yang digunakan berbeda, sehingga si kecil mendefinisikannya dengan ‘cantik’.

 

Anak-anak sering melontarkan kalimat yang tidak kita duga, kebanyakan lucu dan menggemaskan.Menurut saya itu adalah ungkapan jujur dari mereka ketika melihat atau mendengar suatu hal. Kita kadang tidak sangka, mereka akan mengucapkannya. Di luar kejengkelan saya karena kalau habis main tidak dibereskan, disuruh tidur susah bener dan omelan lainnya, mereka benar-benar mahluk yang manis.

 

Misalnya saat menemani si kakak yang sedang sakit, bisa-bisanya tuh dia dari tempat tidurnya menatap saya dan berkata ‘Terima kasih ya Mah, sudah ditemenin pas sakit’. Huaaa..saya saja dulu tidak pernah ngomong seperti itu ke Ibu saya.

 

Anak-anak juga manis sekali menanggapi masakan yang saya sajikan ke mereka. Saya, yang jaraaaaang sekali memasak, dan masak airpun gosong (eh, bisa ya?) sekali-kalinya memasak langsung dipuji ‘Enak, Mah!’ dan selalu meminta saya memasak ‘yang itu lagi’ (the one and only, soalnya..hehehe..).

 

Mereka juga sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan sulit. Mereka tidak bertanya ‘kenapa langit itu biru’, ‘kenapa pesawat bisa terbang’ atau ‘kenapa malam hari ada bulan?’ . Sayang, padahal untuk pertanyaan seperti itu saya sudah siapkan buku jawabannya. Pertanyaan kakak adalah ‘pelacur itu apa?’

 

Astaga, terkaget-kaget saya mendengarnya. Berusaha menenangkan diri, sambil mencari-cari jawabannya, saya balik bertanya ‘tahu dari mana?’. Dari koran rupanya. Akhirnya, agar dianggap mama yang serba tahu sekaligus tidak lemot dalam berpikir, saya jawab ‘orang yang kerjanya sayang-sayangan sama orang lain’. Oh great! Dari begitu banyaknya definisi, hanya itu yang saya ingat pada saat itu. Dan tentu saja, dengan herannya dia bertanya lagi ‘lho, terus apa bedanya dengan Mama dan Papa?’

 

Kemarin, saat konsentrasi menyetir, kakak bertanya lagi ‘mama kalau cari suami yang gimana?’.Kepala saya tentu cenat cenut, apakah sudah tiba saatnya membahas hal ini dengan anak perempuan saya? Terlalu cepat satu dasawarsa sebenarnya. Saya jawab dengan hati-hati pertanyaan ini, sambil berusaha mencocokkan kriteria tersebut dengan suami. Kemudian dia membalasnya ‘aku juga mau cari suami seperti yang Mama bilang, tapi yang ngga galak’. Hahaha… ‘berarti selama ini Papa galak ya?’ tanya saya.

 

Nah, kalau adek, bilangnya sih

‘Aku mau menikah dengan Evelyn!’.

Ugh OK, jadi ingin tahu apa arti pernikahan untuk anak umur 5 tahun. Yang penting, untung bukan Papa yang mengatakannya…

‘Eh, kenapa? Evelyn cantik?’ kata saya menggoda.

‘Iya!’ aduh, mantap banget jawabnya!

‘Sama Mama, cantik mana?’. Maklum, mama kan narsis, kepingin eksis…

‘Cantik Evelyn!’ Jleb! Kalah dah gw sm anak TK.

‘Cantiknya gimana sih?’ tanya saya penasaran.

‘Lima persen!’

Hihihi, selain ngga nyambung, entah dia denger dari mana masalah persentase ini.

 

Jadi, nikmati saja ocehan mereka selagi spontan-spontannya. Karena gedean dikit, suka ada ’sambungannya’.

‘Mama cantik deh!’ kata adek sekarang.

‘Makasih ya sayang..’ jawab saya.

‘Aku boleh beli Lego?’

Astaga, tembak langsung bo’! Niru siapa sih ini??
indri pp

4 Comments

Komen? Silakan^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s