Transportasi dan Akomodasi di Amerika

Transportasi

img_9204
Searah jarum jam: transit di Doha International Airport, Uber di NYC, sisanya subway di NYC

Kami memutuskan jadi ke Amerika setelah urusan tiket pesawat beres semua. Sebagai komponen biaya terbesar, kami mesti meyakinkan diri dulu bisa ngga nih sampai sana dan kembali dengan selamat tentunya, ga jadi one of the homeless people yang banyak di Amerika. Rajin-rajin lihat website yang banding-bandingin harga tiket pesawat, dan syukurlah akhirnya Qatar Airways lagi yang menang 😄 Dulu pernah juga naik maskapai ini pas ke London. Kali ini supaya lebih murah, tiketnya harus PP alias dari JFK kembali ke JFK. Akibatnya perjalanan antar kota harus ditempuh beberapa kali supaya njebulnya (ujungnya) kembali ke New York. Pun kami memikirkan pas pindah-pindah kota itu bisa ngga nitip barang sementara di hotel di New York biar ngga usah gotong-gotong kemana-mana. Pesawat domestik yang terpilih JetBlue dan American Airline, karena masalah waktu dan harga.

Pesawat Qatar ya yang gede-gede gitu. Pas perjalanan dari Jakarta ke Doha 9 jam, transit 3 jam di Doha, lanjut 15 jam lagi untuk sampe New York. Pegel? Banget 😅 Yang lucu perasaan terbang udah lama, la nyampenya kok besoknya aja dan cuma setengah hari 😅 Nanti pas balik kebalikan, tanggalnya beda 2 hari sama Indonesia 😅 Yah keajaiban perbedaan waktu namanya. Ntar rasain jetlagnya karena idup jadi kebalik-balik 😄

Qatar ok kok. Makanan lumayan, dengan variasi setiap mealnya, dan disajikan hangat. Versi lengkap dari salad, main course, dan desert. Pas tea time dibagi es krim. Yang kurang kali berasa dehidrasi karena biasa minum gluk gluk gluk gitu sekarang dibaginya segelas-segelas. Trus toilet kan cuma dikit untuk ratusan penumpang yang ngga semuanya puya gaya hidup higienis. Ini sih tergantung mbak dan mas pramugari/a yang bersihin. Hiburan ada semua, termasuk wifi meski hanya secukupnya.

Jet Blue kebetulan kami dapat pesawat medium, masih bisa bawa 1 personal bag dan 1 carried bag. Trus karena penerbangan lebih dari 2 jam, dibagikan snack dan minuman. Bisa nonton film meski pilihannya cuma 3 dan earphone bawa sendiri (dijual juga di dalam) yang asyik ada channel TV juga. American Airline pesawatnya kecil kaya Surabaya – Solo gitu karena jarak dekat. Sama juga dibagi snack dan minuman. Oya pramugari di sini gede-gede makanya begitu kapal kecil jadi kasian liat mereka berusaha melewati lorong pesawat. Tapi baik-baik orangnya dan seperti kebanyakan orang Amerika, mereka ramah, suka ngomong yang ngga basa basi.

Kita pernah juga naik kereta Amtrak sebagai pemenang kala dibandingkan dengan tiket Washington – New York. Selain itu biar tau aka kereta api lintas Amerika kaya apa sih. Ternyata ya bentuknya biasa, dalamnya kursinya besar-besar, ada toilet dan tempat minum, cepat dan…tanpa nomor 😅 Ini yang agak susah pas mau cari kursi buat berempat. Jadi sementara kepisah dulu meski nanti akhirnya bisa bareng juga karena penumpang pada turun naik. Beli semua tiket ini online semua, barcodenya juga biarin aja di HP kita karena sistemnya sudah pindai semua. Gara-gara pindah-pindah ini jadi tau kalau JFK meski bandara internasional tapi ngga ada kursi tunggunya jadi calon penumpang ngemper kaya di T2 Juanda 😅 Pas mau ke Orlando kita lewat La Guardia (LGA) yang keliatan humble karena terletak di base angkatan udara. Banyak tentara bersliweran. Pas selesai lewat Transportation Security Administration (TSA) baru keliatan ruang tunggunya yang mirip Halim (HLP). Satu ruangan terdiri dari bbrp gate, jadi ruang tunggunya barengan. Trus MCO di Orlando itu malah terkesan lebih gede daripada JFK. Semua ticketing emang jadi satu, trus ke gatenya yang ada 129 itu (iyaaa segitu banyak 😅) kita naik kereta. Hebatnya ngga berasa capek loh. Kalau Ronald Reagan Airport (DCA) kesannya biasa sih ngga mewah banget. Malah karena ada kerjaan kontruksi jadi terkesan ruwet di depan. Buffalo Airport (BUF) malah cantik, dia menang medium airport dengan kepuasan konsumen paling tinggi di Amrik. Rapi, kecil, dan banyak makanannya 😄 Oya mumpung lagi cerita TSA selain cairan yang ngga boleh dibawa itu, sepatu mesti dilepas, semua alat elektronik dikeluarin. Gerbang detektornya juga bukan yang asal lewat tapi bentuk kaya ruangan bulat gitu. Masuk mesti angkat kedua tangan.

Kereta jarak jauh yang kita naiki ya Amtrak itu, lainnya subway atau MRT. Bedanya apa entah ya, yang pasti kali di New York kita pakai Metro card yang 7 days unlimited meski dipakainya cuma 3-4 hari. Habis setelah dikali dengan jumlah perjalanan dan rata-rata harga tiket, lebih murahan yang unlimited daripada yang single ride. Minus cemas abis pula depositnya karena kita juga naik bus yang ngga ada fasilitas nambah depositnya. Di NYC naik subway ngeswipenya cuma pas masuk stasiun, keluarnya bebas. Kalau mau turun perhatikan pengumuman di running text, di dinding, atau suara masinis. Gitu juga dengan bus, tinggal tap aja. Kalau mau turun tinggal tarik tali di jendela atau tekan tombol. Kalau Washington DC lain lagi. Kita pakai single ride karena cuma sebentr dan ngga ada unlimitednya. Isi deposit di mesin yang tersedia di tiap stasiun. Pernah juga naik bus ke Secaucus pas mau ke Walmart. Ini mesti bayar tiket di port terminal, bisa langsung pulang pergi.

Secara umum bus dan kereta kotanya nyaman kok. Cuma anehnya kota-kota ini mentolerir gelandangan ya. Infrastrukturnya loh megah, terutama di DC, ngga nyangka lah. Kalau di NYC stasiunnya berkesan tua. Ngga ganggu sih, cuma bau dan kesannya kotor aja. Pernah pas masuk gerbong yang sepi, sampe dalam baru kecium baunya. Ternyata pada menghindari gerbong ini gara-gara ada gelandangan tadi. Malah pernah ada mbak-mbak loncat masuk ke dalam gerbong kita, jadi loncat lagi keluar cari gerbong yang lain 😆 Di bus ya sama, sopirnya ya ngebiarin ibu-ibu atau bapak-bapak berbaju kumal untuk masuk. Selain sudah susah jalan karena biasanya ukurannya jumbo semua, mereka juga ngomel sepanjang jalan 😅

Ada transportasi satu lagi namanya water taxi, atau ferry bisa juga lah. Yang ke Staten Island ferrynya malah gratis. Yang kita naikan untuk cruise keliling NYC. Kapalnya 2 tingkat gitu dengan MC yang galak 😅 Tapi dia baik kok cerita ini itu sepanjang jalan. Maksudnya daripada mesin ya kan 😄 Pas di Niagara kita juga naik ferry yang sengaja banget dipepetin ke air terjunny biar berasa cipratannya. Ferrynya biasa aja, tapi terawat dan keselamatan yang utama.

Kalau ngga mau pakai transportasi umum, bisa pakai Uber. Untung dah akun saya belum saya hilangin. Kalau naik Uber di Amerika itu bikin nangis. La mobilnya guede2, buagus2, kan jadi bandingin sama Avanza di rumah 😂 Drivernya macam2 tapi kebanyakan imigran. Ada yang dari Birma, Veneuzela, Amerika Selatan, yang paling seru dari Rusia. Seru seremnya karena kalau ngomong tuh kaya ngancem gitu 😅

Akomodasi

img_9205
Kiri: hotel di NYC, kanan atas mesin kopi di kamar hotel di Niagara, kanan bawah kamar hotel di Washington

Sebelumnya kita kan berangkat berempat dan sudah jumbo-jumbo semua. Jadi sharing satu bed bertiga sudah ngga bisa lagi. Extra bed juga jangan diharapkan karena dengan budget yang kita punya biasanya dapat kamar yang sempit. Buat naruh koper aja susah, apalagi ranjang. Jadinya kami selalu search kamar untuk berempat, hotel, dekat stasiun, dan cek dulu penampakannya. Di Osaka dulu pernah kecele, dapet kamar sesuai kriteria, pas didatengin la kok merah semua. Tatanannya juga mirip rumah bordil gitu 🙈

Akhirnya di New York kita dapat Nesva Hotel, di kawasan Queens. Mau ambil Manhattan karena kita ngidernya disitu sudah ngga ngejer budgetnya, jadi harus minggir ke daerah lainnya. Kamar di Nesva itu persis seperti yang saya bilang sebelumnya, naro koper aja susah 😄 Tapi cuma itu kekurangannya. Kita dapat sarapan roti-rotian lengkap, teh kopi free flow, mau nambah ada vending machine. Naik turun ada lift, kamarnya juga bersih dan terawat. Very nice hotel.

Di Orlando kita dapat kamar terbesar dan terlengkap selama di Amrik. Nginep di Rosen Inn, itu kamarnya ada 2 kali lipat hotel di NYC. Rosen sendiri hotelnya ada 4 biji di Orlando. Cirinya hotel dekat theme park gitu kali ya. Gede, fasilitas ok, dan murah. Pas ke Tokyo kita nginep deket Disneyland juga kamarnya super lengkap, sampe ada pijat kaki segala 😄 Orlando jalannya gede-gede dan jauh dari mana-mana.

Kalau Niagara kamarnya paling besar dan keliatan lama ya, tapi terawat dengan baik kok. Semua hotel di Amerika ini pada pakai karpet ya, sesuatu yang biasanya saya hindari karena alergi. Tapi selama disana saya ngga pernah bersin, ngga tiba2 pilek kan berarti bersihinnya bener ya, jadi aman. Yang Washington kamar regular lah, punya lobby paling kecil. Tapi ada free kopi dan coklat panas buat tamu jadi it’s ok 😊

 

IndriHapsari

Komen? Silakan^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s