Museum Bank Mandiri: Dahulu Perusahaan Dagang

​Bersebelahan dengan Museum Bank Indonesia atau di depan Stasiun Jakarta Kota, ada Museum Bank Mandiri. Kali ini banknya halamannya sempit, jadi mepet banget sama yang jual kue pancong, tahu gejrot, siomay, batagor dan lain sebagainya. Agak ragu masuk karena ngga ada plangnya, malah tulisan Factorij yang ternyata adalah perusahaan perdagangan terpampang besar di pintu masuk. Dari pintu masuk memang mesti menaiki tangga dulu meski kalah mewah dengan yang museum BI. Titipkan tas dan beli tiket 2-5 ribu per orang. Langsung disambut manekin yang memperagakan transaksi keuangan di masa lampau.

Bagian depan Museum Bank Mandiri


Pernah mengunjungi Museum Bank Mandiri juga di Surabaya, kecil sih, dan isinya peralatan lama macam mesin tik dan telepon. Disini juga sama, banyak produk yang didisplay. Ada pojok foto juga, namun yang bikin trenyuh dari displaynya adalah gambar tuan perkebunan yang orang Belanda, naik lori yang didorong oleh dua orang pribumi, di sepanjang kebun tebunya. Sudah pake tanah Indo, mempekerjakan orang tanpa dibayar, pake acara diperlakukan seperti binatang T_T ah sedihnya jadi negara jajahan.

Lantai 1 Museum Bank Mandiri


Lantai 1 ruangan museum ini tidak semewah yang museum BI (mau ngga mau jadi dibandingin terus ya). Tapi basementnya sangat menarik. Jadi sama seperti di Fantastic Beasts, ruang penyimpanan uang itu ada di bawah. Ada display brangkas berbagai model, ruang brangkas juga ada. Lalu catatan buku besar lemarinya ada di dinding untuk mencegah rusak kala gempa. Ada laci-laci kecil tempat deposit box, atau jajaran buku tempat catatan transaksi nasabah. Ada juga peti uang yang dari kayu, kulit dan logam. Tipe-tipe yang biasa dirampok Robin Hood. 

Lantai 2 Museum Bank Mandiri


Lantai 2nya indah karena ada kaca hias bergambarkan 5 dewi. Sepintas jadi mirip bangunan di Lawang Sewu. Oya sebelumnya di lantai 1 ada patung Dewi Hermes, rupanya dewi ini terkenal sebagai dewi perdagangan ya. Lantai 2 isinya dikit saja, tapi ada ruangan besar tempat rapat dan foto-fotonya adalah profil direksi Bank Mandiri saat ini. Sama sih, furniturenya juga gede-gede dan kali ini suasana ruangannya temaram. 

Lantai basement Museum Bank Mandiri


Di ruangan lain ada sejarah bank ini, jadi semula memang perusahaan perdagangan. Lalu oleh pemerintah Belanda dijadikan bank untuk menunjang aksi mereka di Indonesia. Setelah kemerdekaan oleh Pemerintah Indonesia dipertahankan hingga jadilah seperti sekarang. Memang ya, perjuangan kita ini kaya dengan kenangan yang harus diperkenalkan ke anak cucu, supaya ngga ada lagi yang bilang. ‘Enakan jamanku tho?’ 🙂
***

IndriHapsari

Advertisements