Zootopia: Rupa Pura-pura

Film Disney kali ini so amazing, bikin sy kedip karena memang harus kedip, bukan untuk mengusir kebosanan. Sebenarnya gampang aja ngecek suatu film asyik apa ngga. Pernahkah saya iseng buka FB, WA yang aslinya diset ngga ada suara dan getar, hanya untuk membunuh kebosanan? Pernahkah saya, kalau ternyata nothing new dari kedua medsos tadi, membuat saya jadi tambah iseng ngecek wikipedia untuk cek rotten tomatonya dan siapa yg ngedubbing suaranya? Nah, dua hal itu ngga terjadi saat nonton Zootopia, dan anak-anak tetap ketawa-ketawa di setiap adegannya. Keisengan yang ternyata masih sempat saya lakukan di Frozen, Baymax dan Inside Out.

Zootopia menurut saya jadi karya terbaik Disney. Gambarnya menarik, colourful dan detail. Sound dan dubbing menyatu sama gambar, itu sebabnya gambarnya menjadi hidup. Binatang-binatang dianalogikan seperti manusia. Misalnya ada mafia curut, pelari unta, resepsionis macan. Paling ngakak petugas admin, kukang yang mulai kerja, ngomong sama senyum lambat semua. Ngga cuma asal ngambil rupanya, tapi juga sifat mereka itu versi manusianya juga ada. Jadi gampang ngebayangin kenyataannya, plus kagum dengan kok bisa ya mikirnya sampe kesitu. Contoh Zootopia yang terbagi beberapa distrik itu, dengan cepat digambarkan penampakkannya yang berbeda – beda dan punya ciri khas sendiri-sendiri. Ngga sekadar memperlihatkan situasi, tapi sekaligus perbedaan cara hidup. Film animasi ini jadi gampang dibuat sekuelnya karena ‘modalnya’ sudah ada.

Jalinan ceritanya juga keren, runtut, dengan episode-hampir-akhir yang susah ditebak. Ada dua hal yang masih bikin saya bertanya-tanya, dan menyesal kenapa tidak memperhatikan dengan serius (emang pelajaran :D) yaitu kok Judy si polisi kelinci sampe tau  yang dicuri adalah bunga alih-alih bawang, dan kapan Nick, teman rubah Judy mengganti peluru beracun dengan blueberry?

Pesan yang didapat dari peran Judy adalah jangan mau disetir orang. Kita, euh dia, harus jadi diri sendiri, menjalani passion yang dia miliki dengan kerja keras. Temannya, si Nick, kalau jadi manusia mungkin kaya badboy yang bikin cewek jatuh cinta. Nyebelin, tapi melindungi dan menyemangati. Drakor banget pokonya 😀

Namun pesan utamanya adalah, jangan suka menilai orang dari rupa, karena rupa bisa pura-pura. Orang, eh hewan yang keliatan paling tak berdayapun, kalau baperan ya bisa jadi kejam ngga inget-inget temannya. Sedang hewan yang dituduh tukang tepu malah aslinya tulus pengen ngebantu. Yang pasti rasa percaya membuat seseorang..ugh salah lagi..sesehewan menjadi lebih baik 🙂

image

***
IndriHapsari

Advertisements