Museum Ranggawarsita Semarang: Museumnya Jawa Tengah

Ratenya bagus di tripadvisor.com, jadinya sejak lama sudah rencanain mau kesana. Rekomen ke teman yang lagi ke Semarang (iya, saya mah orangnya gitu, belum kesana sudah main rekom aja :D) dilapori kalau tempatnya ngga OK. Tadinya mau ngga jadi, tapi trus bingung mau kemana lagi coba jalan-jalannya. Museum Mandala Bhakti yang di Simpang Lima itu tutup kalau weekend. Yang available Museum Ranggawarsita dan Lawang Sewu, jadilah kita ke dua tempat itu.

image

Karena sudah beberapa kali blusukan ke museum di Indonesia, untuk museum ini saya kasih nilai average deh, not bad lah. Pernah liat yang lebih parah soalnya. Tiket masuk 4 ribu buat dewasa, dan 2 ribu buat anak-anak. Tempatnya cukup luas dan bersih, pencahayaannya juga lumayan.

Lantai satu isinya peninggalan jaman pra sejarah sampai kerajaan-kerajaan. Jadi sadar deh, daripasa gerakan pemurnian yang justru diimpor, dari awal Indonesia itu memang asimilasi dari berbagai agama dan budaya. Ada Mesjid Kudus yang berarsitektur candi, wayang Isa Almasih, sama wayang Budha. Jadi kalau mau balik asli ya kembali aja ke jaman purba ūüėÄ

image

Lalu ada diorama perlawanan terhadap penjajah, tandunya Panglima Besar Jendral Soedirman, berbagai senjata dan meriam.yang digunakan, sampai pemberantasan PKI dan DI/TII di Jawa Tengah. Keluar dikit ada koleksi emas dari jaman kerajaan. Kami juga sempat nonton bioskop 3D, bayar 10 ribu per orang, cuma 4 orang juga langsung diputar. Bagus sih, cuma kurang kolosal macam Keong Emas di TMII.

image

Lantai dua isinya kebudayaan, transportasi, cara hidup orang-orang jaman dulu. Mulai terlihat deh museum yang kurang terawat, padahal koleksinya bagus dan berharga. Pencahayaan yang kurang, atap plafon yang jebol, lantai kusam, dan sarana interaktif yang ngga berfungsi. Sayang banget potensi begini dilewatkan, semoga bisa mendapatkan perhatian lebih.

***
IndriHapsari

Advertisements