Suroboyo Carnival: Theme Park Khas Suroboyo (Update!)

Nampaknya Suroboyo Carnival (SC)  memang dirancang agar khas Surabaya, bukan internasional. Bukan karena icon Suro dan Boyo yang nongkrong di depan pintu masuk, tapi spot kunjungan dan nama wahana juga mencerminkan hal yang sama.

Berhubung Surabaya ini panas, ngga asyik dong ke theme park dan gosong. Karena itu awalnya SC buka tiap hari jam 16 – 24, tiap Senin tutup. Tapi mungkin karena tambah rame tiap Sabtu Minggu dia buka jam 9.30 – 24.00. Siapkan topi dan air minun biar ngga kehausan.

Awalnya kanopi sirkus yang besar menyambut pengunjung. Beli tiket di sebelah kanan pintu masuk, 25 ribu per orang untuk tiket biasa. Kalau mau lebih murah dan yakin dimasuki semua, bisa coba tiket terusan 120 ribu per orang pas weekend, karena kalau pakai tiket biasa, mesti bayar lagi 15 ribu per wahana. Dikali 8 wahana sudah pak puk kalau kata orang Surabaya 🙂

image

Dengan gelang tiket di tangan yang ada barcodenya, spot pertama adalah Galeri Suroboyo. Isinya sejarah dan hal-hal khas Suroboyo, termasuk kata – kata khas Cak Cuk Suroboyo. Banyak ruang kosong, informasi dan displaynya kurang variatif, tapi tetap asyik buat mereka yang hobi selfie.

Musik genjrang genjreng menemani mereka yang makan di Gubernuran. Ada tempat makan yang luas di ruangan berbentuk amphitheater, dengan beberapa stand foodcourt. Terus terang kami ngga mampir karena pencahayaan yang gelap dan suara musik yang terlalu keras. Mestinya OK sih buat live show macam-macam atraksi tapi tidak buat makan dengan tenang.

image

Sepanjang penjelajahan kami di Arena Dolanan banyak stand souvenir dan makanan. Area dolanan terdiri dari beberapa wahana besar dan banyak stan kecil. Wahana besar ada yang seperti gabungan museum 3 dimensi dan Madame Tussaud, namanya Art and Wax House. Lalu ada Rumah Kinclong yang berisi 15 ruangan dengan permainan cahaya. Lainnya stan ketangkasan dengan biaya 2500 per sekali main, dibayar dengan cara memindai gelang tiket kita. Karena belum punya deposit, maka isi dulu di stan loket berbentuk tenda sirkus yang ada di tengah arena, yang datanya dimasukkan dalam gelang tiket kita. Nanti kalau ada sisa deposit uangnya bisa diambil di pintu keluar.

image

Toilet cukup banyak dan relatif bersih. Entah ya mungkin karena pengunjung tidak terlalu ramai padahal kemarin kami berkunjung pada  hari Minggu malam. Yang bikin bingung adalah tidak ada peta ataupun brosur yang bisa diambil di outlet, jadi awalnya kami mengira SC cuma segini aja.

Tapi karena melihat ada Ferrish Wheel yang tinggi menjulang kami menuju belakang lewat gang-gang yang dipenuhi stan jualan. Daaan…satu area besar dengan banyak foodcourt, restoran dan banyak wahana ada di belakang. Ealah…padahal hari sudah gelap, dan belum satupun wahana outdoor yang kami jelajahi. Disini lebih ramai karena memang lebih seru.

image

Ferrish wheelnya seru karena bisa milih yang tanpa atap, atau dengan atap tapi bolong di 2 sisi. Belum lagi lantainya yang dari kaca jadi kita bisa lihat ke bawah. Wuaaa…so creepy!

Usai naik wahana tersebut, kami mencoba salah satu restoran yang ada di sana, karena biasanya rasanya lebih istimewa dibandingkan foodcourt, harganya juga. Lalu kami masuk area Lampion KBS, isinya lampion dengan berbagai bentuk binatang. Banyak spot foto yang menarik kalau bisa moto dalam kegelapan. Lalu sudah deh karena sudah jam 9 malam padahal angin malam makin kencang.

Wah padahal masih banyak area lain yang menarik untuk dikunjungi dan kalau diteruskan bisa sampai jam 12 malam, sedangkan kami sudah start mulai jam 5. Yang jadi incaran seperti Kids Kingdom, Bioskop 360, Bumper Car, Cinema 4D, Galeri Angkut, Gokart, Perang Laser, dan Sepor-seporan. Yang sudah dinaiki pas di awal cuma Komidi Putar Carousel 2 tingkat. Wahana lain banyak juga buat yang nyalinya besar. Ada Bledek Coaster, Keliling Angkasa, Orbiter, Pirate Ghost Ship, Roda Gila, Tambang Mas Coaster, Topan Badai, Avatar, Gondal Gandul, Kocar Kacir, Montor Edan, Munyer Serr, Omah Mumet, dan Uber-uberan. Lucu-lucu ya namanya, khas Surabaya.

image

Cuma ya itu tadi, saya bisa menuliskan nama-nama itu karena ngambil brosur kritik dan saran saat mengklaim deposit saya di pintu keluar. Kayanya lebih berguna mencetak brosur peta dan dibagikan di pintu masuk deh daripada brosur ginian. Di tengah Kampong Dolanan baru ada peta yang You Are Here, tapi telaaat…harusnya gampang dilihat sejak di Arena Dolanan. Penataan stand jualan juga kurang rapi sehingga ada yang ngga akan terlihat oleh pengunjung, penataan jalanpun membingungkan sehingga  kasus seperti saya yang ngga tahu letak wahana bisa jadi dialami yang lain.

Namun SC masih worth to try, dan jadi alternatif kunjungan theme park selain Ciputra Water Park di Surabaya Barat. Selama ini kan mesti ke Pandaan atau Batu, sekarang tinggal ke Bundaran Waru di Surabaya Selatan sudah bisa menikmati banyak hiburan. Sesekali artis SC juga lewat untuk berfoto bersama, cuma kurang ramah dan heboh aja supaya disadari kedatangannya oleh pengunjung. Perawatannya juga mesti bagus karena banyak wahana  seru dan beresiko. Selain itu pas keluar dari SC kami banyak menemui muda mudi pangku-pangkuan di jalan keluar bawah jalan tol yang gelap, atau bersembunyi di balik sepeda motor. Sebaiknya memang ditertibkan kawasan sekitarnya, karena maunya SC kan jadi pusat rekreasi buat keluarga. Buatlah nyaman sejak dari masuk hingga keluar taman bermain.

28 Maret 2015
image

Seminggu kemudian kami datang lagi, maklum masih penasaran dengan wahana yang belum sempat didatangi. SC memang ramainya di atas jam 6 sore, di bawah itu lengang. Ternyata ada persewaan e-bike loh buat yang capek jalan. Biayanya 100 ribu per 3 jam, dan ngga boleh nyewa misal cuma sejam. Dulu pernah nyoba sih di Ecopark, enak juga kok makenya, dan anak kecil bisa ikut numpang dengan cara berdiri. SC memang dirancang untuk wheel friendly. Jadi bawa stroller, mendorong kursi roda dan e-bike nyaman digunakan.

Kali ini kami langsung menuju Rumah Kinclong. Ada 15 ruangan berisi permainan cahaya dan kaca. Seru, apalagi kalau rame-rame.
image

Lalu mulai deh si bungsu menaiki semua yang berbau mobil. Ada bumper car, gokart dan safari car. Lalu ada Kids Kingdom, bayar 25 ribu untuk satu anak, dan silakan bersenang -senang selama berjam-jam. Banyak arena untuk role play, ketangkasan, dan ada kelas-kelas yang tiap weekend buka semua. Ada kelas origami, meronce, mewarnai, membuat roti, face painting dan banyak lagi. Dijaga oleh banyak staff, orang tua ngga perlu khawatir membiarkan anaknya bermain sendiri. Mau nemenin pun ngga apa, gratis kok.
image

Beskop 360 kalau dari namanya sih bioskop yang bisa dilihat dari segala arah. Namun ternyata lebih dari itu. Awalnya kita disyuting dulu, disuruh ngacungkan bendera sama bikin poae hormat bendera. Trus disuruh masuk ke ruangan berbentuk kubah, dan ada besi-besi untuk memisahkan penonton. Karena penontonnya cuma kita, ya sudah kaya bioskop pribadi. Jadi ceritanya pertempuran Surabaya ini dibikin animasi, yang bisa dilihat dari segala penjuru. Kita seolah-olah ada di tengah pertempuran. Ceritanya seperti Battle of Surabaya. Saat ada tank datang, lantai tempat kami menonton jadi bergoyang. Lalu di ujung cerita, eh munculah kita berdua di layar, lagi mengacung-acungkan bendera. Horeee…masuk tipi eh bioskop! 🙂

image

Sebenarnya ada lagi yang seru, Cinema 4D. Sayang yang lagi diputar film Drakula. Brrr…2 dimensi aja bikin serem, apalagi 4 😛

Selanjutnya si bungsu nyoba Perang Laser dengan ayahnya. Kayanya seru karena ia keluar dengan gembira. Lalu kita juga naik Keliling Angkasa, ini wahana yang saya meski dibayarin ogah naik lagi. Sudah tinggi kelilingnya, dia ngga pake pintu samping dan cuma dikasih alat yang menjepit penumpang supaya anteng di tempat. Mana jalannya miring-miring lagi..

Kami juga mencoba membeli makan di kedai yang berada di seantero SC, rasanya ya begitulah. Semoga kelak ada perbaikan rasa.

Oya supaya jelas, berikut saya sertakan foto petanya biar ngga bingung 🙂

image

image

***
IndriHapsari

Advertisements