Big Hero 6 : Paket Lengkap Film Kartun

Setelah disuguhi trailer robot-balon-gendut-putih yang lucu beberapa bulan yang lalu di Youtube, tentu mupeng dong pengen nonton filmnya, Big Hero 6. Dan untunglah dua hari setelah Farah Quinn mamerin foto anaknya di Instagram yang berpose dengan robot itu, akhirnya dapet kesempatan nonton juga.

Benernya jadi pertnyaan juga saat setengah film sudah diputar, kenapa kok judulnya Big Hero 6? Sampai saat itu, ceritanya masih berkisar remaja Hiro, yang cerdas dan kehilangan kakak satu-satunya, yang berusaha memodifikasi robot kakaknya menjadi robot jagoan. Apanya yang 6? Dan kenapa namanya Jepang, padahal dia hidupnya di kota San Fransokyo. Jadi pertanyaan, emang Disney ada deal apa dengan pemerintah Jepang sampe belain bikin ginian, dan first launchingnya di Tokyo juga pas Oktober lalu.

IMG_3982-0.JPG

Anyway, ide menggbungkan kedua kota yang sangat berbeda itu berakhir dengan kreativitas yang mengagumkan. Jembatan Golden Bridge berubah jadi punya pagoda. Keruwetan gedung di Tokyo menjadikan San Fransisco serupa New York. Institut Teknologinya juga mengingatkan ke Tokyo University. Topeng kabuki yang digunakan penjahatnya, menjadikan dia penjahat bersosok seram dengan jubah panjangnya.

Selebihnya adalah hal-hal yang semacam dejavu. Misal adegan pembuka yang fighting robot mainan macam film Real Steel. Robot gendut putih itu, yang namanya Baymax mirip sama Eve yang ada di Wall-E. Banyak tokoh komik yang diadopsi karakternya disini. Ada Krei Tech yang penampakannya mirip Julian Assange.

Tapi, film ini berhasil menyuguhkan sesuatu yang beda. Lucu, pasti. Dengan modal Baymax aja sudah sanggup kok membuat film lucu. Tapi film ini menawarkn lebih. Misal ada pesan kalau mau menciptakn sesuatu yang cool, ya harus belajar dan bereksperimen dulu biar ngga males-malesan. Ada kisah kasih sayang kakak ke adiknya, sahabat-sahabat, bibi yang sayang kedua ponakan yang sudah ngga punya ortu, bahkan kasih sayang pemilik ke robotnya. Kasih sayang juga membuat dendam membara, yang merusak semua. Begitu sarat pesan dan kehilangan, membuat saya harus menyeka pipi berkali-kali.

Kisah petualangannya seru dan baru. Syukurlah cerita didukung teknik animasi yang canggih, sehingga semua bisa dieksekusi dengan baik. Istilah-istilah sulit bertebaran, membuat penonton kecilnya tertarik karena dikemas dalam tyngan yang lucu, sedang penonton besarnya sadar, masih banyak yang harus dikejar.

Finally, film ini highly recommended untuk ditonton bersama.

IMG_3981.JPG
***
IndriHapsari

Advertisements