Theodore Boone, John Grisham : Serahkanlah Pada Ahlinya

Siapa yang ngga kenal John Grisham? Mungkin satu-satunya yang ngga pernah baca novelnya adalah saya, padahal keaktifannya menulis novel sungguh mengagumkan. Dari tahun 1989 hingga 2014, sudah 29 novel ia tulis. Belum proyek lain seperti 8 novelnya jadi film, kisah detektif anak-anak dan tulisan non-fiksi lainnya. Oya, itu semua di luar pekerjaannya sebagai pengacara dan politikus.

20140801-203147-73907432.jpg
Entah ya, saya cuma merasa, nonton filmnya lebih asyik daripada baca novelnya. Bayangin, novelnya pak Grisham ini jenisnya novel pengadilan. Eh, maksudnya bergenre legal thriller, crime fiction. It means perlu kening berkerut untuk merunut bukti demi bukti yang disodorkan satu persatu. Dan karena dicampur thriller, apa ngga tambah pusing memilah mana cerita utama dan mana yang tidak. Karena itu duduk nyaman di bioskop, sambil makan popcorn, merupakan pilihan yang lebih menarik daripada menghabiskan waktu berhari-hari mengikuti jalannya penyelidikan si tokoh utama. Itupun suka lupa kemarin bacanya tentang apa, kalau model bacanya diputus-putus begitu.

Tapi itupun tidak saya lakukan. Hanya tahu bahwa filmnya banyak dibintangi bintang terkenal seperti Tom Cruise, Julia Robert dan Sandra Bullock. Entah ya, malas saja nonton film berat, apalagi baca novelnya.

Maka ketika saya mendapatkan buku serial detektif anak-anak yang ditulis oleh Pak Grisham, Thedore Boone, saya tertarik untuk membacanya. Tipis, dan pasti lebih ringan karena ditujukan untuk pembaca remaja. Tentu untuk tipe begini, saya mesti membandingkannya dengan Enyd Blyton untuk Lima Sekawan dan Sapta Siaga, dan Alfred Hitchock dengan Pasukan Mau Tahu.

20140801-203148-73908902.jpg
Membaca petualangan Theo dalam The Abduction, membuat saya berpikir nampaknya pak Grisham memaksakan si tokoh berumur 13 tahun ini kelak harus jadi pengacara.

Lah gimana ngga, mulai dari bapaknya pengacara real estate. Ibunya pengacara perceraian. Omnya pengacara misterius. Kerjaannya di kantor konsultan hukum Boone and Boone. Tiap pulang sekolah nengkri di sana. Malah si Theo ini masuk ke pengadilan juga sebagai pengacara, pengadilan hewan. Pokonya dibikin gimana caranya Theo ini bisa seperti Pak Grisham, which is pengacara.

Trus karena sibuk menyempurnakan tokohnya, kisah misteri ini berjalan lambat. Lambatnya karena pak Grisham kurang berhasil mengikat pembacanya dengan kejutan-kejutan yang akan muncul di beberapa bagian. Ngga ada yang namanya ketegangan. Hampir serupa kronologi, tanpa emosi, dan praktis pembaca ngga diajak berkelana pikirannya, membayangkan situasinya seperti apa. Malah terakhirnya blas ngga ada misteri. Tahu-tahu ketemu aja korban yang diculik itu, dengan penjelasan yang halah-gitu-aja.

Meskipun kalau disuruh nulis macam begini ya saya ngga bisa, tapi membandingkan dengan para penulis kisah petualangan jaman dulu kok ya nyesel, belum ada yang sekaliber mereka. Enyd Blyton dan Alfred Hitchock mampu mengikat pembacanya dalam letupan-letupan kecil kejutan, yang muncul berulang-ulang. Misterinya ketat dijaga sampai akhir, sementara peristiwa-peristiwa kecil yang muncul dan tidak berhubungan dengan jalan cerita utama, tidak terkesan dipaksakan untuk ada. Hal lain, tokoh-tokohnya terasa lebih natural keremajaannya, bukan orang dewasa yang dijejalkan pada tubuh remaja.

Akhirnya untuk pak Grisham, saya hanya bisa menyarankan mungkin lebih baik jika urusan thriller remaja ini diserahkan saja pada ahlinya. Pak Grisham biarlah tetap dengan kasus pengadilan mbuletnya.

***
IndriHapsari

Advertisements