Rainbow Loom, Mainan Anak Perempuan di Dunia

Awalnya anak saya yang paling gede, umur 10 tahun, dikasih hadiah perpisahan dari temannya di Pei Hwa Singapura, usai pertukaran pekajar. Gelang dari karet itu cukup cantik, dan kayanya susah nih bikinnya. Meskipun dibawa mandi warnanya mgga hilang, dan kuat juga.

20140812-210353-75833890.jpg

Lalu mulailah di dunia maya banyak yang memamerkan gelang karet yang dipakainya. Bahkan sampai Putri Kate Middleton dari Inggris juga memakainya. Teman-teman sekolahnya juga banyak yang bikin dan pakai. Dan seperti biasa, rengekan dimulai.

20140812-210355-75835662.jpg

Sebagai mama yang ogah rugi dan ngga sempat hunting ke mall, internet jadi tujuan pertama. Cari punya cari, akhirnya dapet satu yang harganya masuk akal, bajakan mungkin karena kok ngga semahal asli, dan satu kota. Begitu datang dibuka, karetnya emang ngga seterang yang asli sih, tapi ya sudahlah untuk belajar aja. Lagian anaknya juga belum tentu betah.

Ternyata malah bikin ketagihan.

20140812-210354-75834258.jpg

Berikutnya saya sibuk beli bungkusan-bungkusan karet yang dia inginkan. Ada yang warnanya habis, ada yang glitter, neon, glow in the dark dan lain sebagainya. Hook atau pengaitnya malah sampai patah, terpaksa saya ganti dengan hooknya sulaman yang dari besi. Itupun mesti diakali karena terlampau kecil. Akhirnya nemu juga toko di mall yang jualan loom, jadi sekarang ngga perlu lama kalau ingin beli karet dan perlengkapan lainnya.

Kenapa sih kok jadi asyik?

Pertama banyaknya variasi yang mungkin dibuat. Berbagai teknik pembuatan menyebar di youtube, juga website resminrainbow loom yang berisi koleksi video pembuatan. Asli bikin anak-anak tertantang untuk mencoba terus. Selain variasi pembuatan, anak-anak juga didorong untuk bisa memadukan warna sehingga menarik.

Kedua karena gelang ini awet dan bisa dipadukan dengan apa saja. Sudah lihat fotonya Kate? Tanpa sungkan ia menggunakannya di acara resmi kenegaraan, dan menggunakan loom di sela baju resminya. Itu kalau kelihatan fashion police bisa dicerca habis.

20140812-210355-75835264.jpg

Ketiga anak-anak perempuan kembali ke kodratnya. Habis, selama ini anak perempuan ngga punya mainan, masa main digital terus? Dengan mainan ini, anak-anak jadi lepas dari HP dan tabletnya. Malah tablet digunakan untuk belajar (nah karena itu kita perlu internet cepat 😀 ) Selain itu mendorong untuk mencoba lainnya, misal menyulam (crochet)

Sekarang aja kalau mau kerja, kakak selalu tanya mama mau pakai baju apa, dan hopla…gelang karet yang sesuai warna siap dipakai 🙂

***
IndriHapsari

Advertisements