Indonesiaku, Ini Saran Pariwisata Untukmu

Saya cinta Indonesia. Dulu, kini dan selamanya. Sejelek dan sebobrok apapun, saya lahir disini, cari makan disini, dan suatu saat mati disini. Salah satu wujud cinta adalah rajin berkunjung dan mempromosikan wisata dalam negeri. Potensi wisata di Indonesia sangat besar dan memiliki beragam pilihan.
Sebagai warga negara saya ingin mengusulkan beberapa saran untuk pengelola tempat wisata. Semoga bisa menambah jumlah pengunjung, kepopuleran dan membuktikan kita juga bisa mengelolanya dengan lebih profesional. Saran saya adalah:

1. Angkutan
Transportasi menuju tempat wisata masih perlu ditingkatkan. Baik wisata yang ada di dalam kota, desa, dan di luar Jawa. Jangan bayangkan setiap pengunjung punya atau menyewa kendaraan pribadi, namun bagaimana caranya mereka bisa terangkut dengan baik ke tempat wisata. Pengaturan rute transportasi umum, penyediaan transportasi khusus ke tempat wisata, perbaikan akses jalan dan kerjasama dengan swasta akan mempermudah pengunjung mencapai tempat tersebut.

2. Kebersihan
Perlunya keseriusan dalam menangani kebersihan di sekitar tempat wisata. Memang pengelola dapat menghimbau pengunjung untuk turut serta menjaga kebersihan, namun diperlukan pengawasan dan keaktifan pengelola untuk menjaganya. Memperbanyak tempat sampah, membuang isinya secara reguler, dan membersihkan secara berkala akan membuat pengunjung semakin nyaman berada di tempat tersebut.

3. Keamanan
Pengelola harus berani melindungi pengunjung tempat wisatanya dari keberadaan preman, petugas atau masyarakat yang mengganggu. Kriminalitas yang terjadi sudah terorganisir, jadi pengelola harus berani pasang badan agar pengunjung tidak kapok datang ke tempat tersebut.

4. Kejelasan
Kadang pengelola memanfaatkan ketidakjelasan untuk meraup keuntungan. Tidak mencantumkan harga. Tidak memberikan informasi yang tepat. Tidak tanggap terhadap kebingungan pengunjung. Pengelola bisa menampung saran dari pengunjung sebagai masukan, karena sebagai pengelola mungkin tidak sadar perlakuan yang diterima dari sudut pandang yang berbeda.

5. Jamban
Keberadaan toilet yang bersih sangat dibutuhkan, malah bisa menjadi daya tarik sendiri bila dibuat unik. Petugas harus siap membersihkan dan menjaga standar kebersihannya. Jumlah toilet harus sesuai dengan rasio jumlah pengunjung. Sebaiknya toilet ini dibuat gratis saja, masukkan biayanya dalam harga tiket masuk.

6. Makanan
Kuliner selalu diburu orang, apalagi kuliner khas dari suatu daerah. Manfaatkan potensinya untuk diperkenalkan di area yang sama dengan tempat wisata. Harga jangan terlalu mahal, rasa dijamin enak dan mereka juga harus mengikuti standar kebersihan yang ada.

7. Pelayanan
Pengelola hendaknya menempatkan petugas di area-area tertentu sebagai sumber informasi bagi pengunjung. Memang pengelola dapat mengandalkan sign board, brosur, televisi atau media lainnya. Namun keberadaan seorang manusia yang ramah, tahu segala dan dapat berinisiatif akan sangat memudahkan pengunjung saat mengalami kesulitan di temat tersebut.

8. Iklan
Pengelola dapat mempromosikan tempat wisatanya secara berkala, hal ini dapat menarik pengunjung baru. Untuk pengunjung lama, harus ada sesuatu yang baru ditawarkan. Misal wahana baru, potongan harga tiket, live music atau lainnya. Pengelola dituntut untuk selalu berinovasi untuk menambah kepopuleran tempat wisatanya.
Semoga wisata Indonesia makin maju. Dan kalau tidak dimulai dari diri sendiri, siapa lagi yang akan bangga dengan potensinya?

Advertisements