Pisau Lipat

Bodoh, bodoh, bodoh. Kemarin saya ‘menyumbangkan’ pisau lipat kesayangan ke petugas bandara, gara-gara saya lupa memasukkannya ke bagasi. Jadilah si pisau lipat ini tertangkap monitor x-ray petugas.

Pisau lipat itu selalu tersimpan di tas tangan saya, menemani perjalanan kemanapun saya bepergian. Alasannya merupakan perpaduan dari kegunaan, rasa aman, dan rasanya ada yang kurang (plus rasa menyesal) jika saya lupa membawanya. Apalagi ini, kehilangannya 😦

Pisau lipat yang saya miliki memiliki 10 fungsi, yang tidak semuanya pernah saya gunakan. Paling sering adalah pisau dan gunting. Peringkat kedua adalah pembuka tutup botol dan pengikir kuku. Lainnya seperti obeng, pembuka tutup botol anggur tidak pernah saya gunakan…yah kapan sih saya mampu minum anggur? 🙂

Yang membuat saya agak terhibur, untunglah pisau lipat saya bukan Victorinox. Mahal soalnya, harganya cukup untuk membuat saya tidak tidur semalam jika hilang. Tapi awal ketertarikan saya terhadap pisau lipat muncul gara-gara Victorinox juga, sebagai peralatan yang digunakan pada serial detektif pintar, Macgyver.

Ada pelbagai model pisau Victorinox yang digunakan Macgyver dalam serial-serialnya. Detektif yang menguasai ilmu Fisika dan Kimia ini selalu punya akal untuk lolos dari kejaran penjahat, dengan memanfaatkan pisaunya. Pisaunya dapat memotong kabel pemicu bom, membuka pintu yang terkunci, merangkai senjata…hebat sekali memang Macgyver, eh, Victorinox ini. ‘Tinker’ merupakan model yang paling sering dipakai , kemudian ada model ‘Executive’ saat Macgyver mengupas jeruk, ‘Explorer’, ‘Sportsman’, ‘Recruit’, dan  ’Climber’.

Pisau Lipat Victorinox merupakan satu peralatan wajib para pecinta alam bebas baik relawan, anggota SAR ataupun penyuka pendaki gunung dan kegiatan alam bebas lainnya.  Pisau ini telah dibawa ke luar angkasa oleh NASA, mencapai Mount Everest dan Artic. Bentuknya yang sederhana dan kecil sangat mudah untuk dibawa, karena pisau lipat hanya memerlukan tempat sebesar kantong celana untuk menyimpannya.

Awalnya, kaket buyut CEO Victorinox saat ini, yaitu Carl Elsener, membuka pelatihan untuk mengirimkan pisau prajurit ke tentara Swiss (Swiss Army) pada tahun 1884. Beliau memiliki ide untuk membuat pisau yang ringkas (compact) dan kokoh (sturdy), yang menawarkan banyak fungsi dalam satu alat. Hal ini yang kemudian dikenal sebagai  ’the Original Swiss Army Knife’, yang dikirimkan pada Swiss Army sejak tahun 1891. Awal kata Victorinox sendiri diberikan tahun 1909, saat ibu dari Carl Elsener meninggal, dan sebagai penghargaan dia menamakan perusahaannya ‘Victoria’. Sedangkan tambahan nama ‘inox’ pada tahun 1921 berarti stainless steel dalam bahasa Prancis, sehingga menjadi Victorinox.

Keunggulan pisau lipat victorinox dibanding dengan pisau lipat lainnya adalah kualitas yang tinggi, awet dan banyaknya variasi model yang ditawarkan. Ada yang memiliki flashlight, termometer, dan peralatan khusus elektronik. Bahkan dalam  versi terbarunya, ada pisau lipat yang telah dilengkapi dengan USB flash drive berkapasitas 1 TB dan panel LCD monochrome untuk menampilkan konten – konten yang tersimpan dalam flash drive. Selain dalam bentuk pisau lipat yang telah kita ketahui, terdapat pula SwissCard, dengan bentuk dan ukuran seperti kartu nama, berisi gunting, pisau, obeng, tusuk gigi, jarum penanda, pulpen, pinset yang dikemas dalam plastik keras yang memiliki ukuran dalam inch dan pmetrik pada dua sisinya. Saat ini Victorinox tidak hanya memproduksi pisau, namun juga jam tangan, alat tulis, tas dan pakaian.

***

Referensi :
http://www.victorinox.com/ch
http://en.wikipedia.org/wiki/Victorinox

 

Advertisements