Sumber Ide Tulisan

Saat sedang macet begini, tidak ada ide tulisan yang muncul, yang ada tinggal masalah harus atau mood menulis saja untuk kemudian mewujudkannya menjadi satu artikel. Contoh seorang kolumnis yang artikelnya harus masuk media setiap minggunya, maka baginya adalah suatu keharusan untuk menuliskan sesuatu. Sedangkan bagi mereka yang memiliki hobi menulis, tidak ada tuntutan apapun dan menulis merupakan bagian dari sedang mood atau tidak.

Setelah memutuskan Anda akan menulis sesuatu, ide tulisan bisa datang dari mana saja. Dari pengalaman pribadi, ide tulisan saya berasal dari :

1. Membaca dan mendengar

Menurut saya sudah suatu kewajiban jika kita banyak membaca, maka aktivitas tersebut harus disertai dengan banyak menulis. Selain membantu mengingat apa yang kita baca, menulis juga melatih kita untuk menganalisis, menggabungkan dan meringkas bacaan-bacaan tersebut, menjadi suatu artikel baru dengan ciri tertentu. Sebaliknya, banyak menulis harus disertai dengan banyak membaca. Kalau tidak, apa yang kita tulis selain pengulangan dan omong kosong belaka? Tidak ada manfaatnya bagi pembaca. Apa saja yang harus dibaca? Buku-buku untuk memperkuat konsep, berita di koran untuk memperbarui pengetahuan, majalah untuk menambah wawasan, atau bisa juga citizen journalism seperti Kompasiana 🙂

Apakah itu berarti penulis  pasti kutu buku? Tidak juga, karena orang gaul pun bisa menemukan banyak ide dari hasil ngobrol ngalor ngidulnya dengan orang lain. Diskusi di warung kopi, mendengar curhat teman, hasil penjelasan dosen atau menonton berita, menjadi ide segar yang tiada habisnya.

2. Pengalaman

Jika terkait dengan pengalaman orang lain, hal ini tidak dapat terlepas dari point di atas. Pengalaman orang lain diceritakan secara lisan dan tulisan. Pengalaman tersebut dapat menjadi ide penulisan kita, baik untuk ditambahi, digabungkan atau hanya sebagai ide dasar.

Pengalaman pribadi tentu menjadi sumber tulisan yang sangat orisinil, dan lebih baik lagi bila ada dokumentasinya. Kelemahan yang saya rasakan adalah kadang setelah mengalami sesuatu saatnya tepat dengan datangnya kemalasan.  Jadi cita-cita sih akan ditulis, tapi apa daya dewa malas menghalanginya, jadi tertunda terus. Akibatnya begitu mulai mood menulis, timingnya sudah tidak tepat dan kita sendiri kehilangan antusiasme untuk mewujudkannya

.

3. Inspirasi

Ini yang agak susah menjelaskannya. Inspirasi bisa datang kapanpun, saat Anda tidur atau sadar, saat sedang melamun atau berpikir, saat sedang sendiri atau sedang berkumpul. Karena sifatnya yang datang tiba-tiba, biasakan untuk segera mencatatnya di media apapun. J. K. Rowling pengarang Harry Potter, menuliskan ide tulisannya pada serbet kertas. Anda bisa melakukannya pada handphone yang selalu bersama Anda, secarik kertas, ataupun telapak tangan, untuk mencatat poin – poin yang akan disampaikan.

Semoga saran saya dapat membantu. Saya hanya ingin makin banyak tulisan bermutu dan beragam di Kompasiana, karena banyak kepala berarti banyak tulisan yang akan muncul dan dapat diambil manfaatnya.

Advertisements