Ketika suami makin sulit melacak belanja istri. Hidup online shopping!  

 

Mungkin sudah kodrat wanita ya senang belanja. Hanya saja sekarang format belanja mengalami pergeseran. Kalau dulu Ibu saya mendapatkan segala sesuatu dari pasar tradisional, sekarang Ibu terheran-heran melihat barang-barang yang saya beli berasal dari internet. Seakan-akan internet adalah pasar ajaib yang menyediakan seluruh barang, dan hebatnya, bisa datang sendiri!

 

Seingat saya, berbelanja ke pasar tradisional saya lakukan waktu kecil, itupun untuk menemani Ibu belanja. Yang teringat dulu Ibu saya selalu membawa kantong plastik besar dari rumah, membawa dompet kecil, dan melenggang begitu saja ke pasar dekat rumah. Suasana pasar di pagi hari tentu saja ramai, kadang becek, senggolan sering terjadi, dan kita harus berhati-hati karena becak dan sepeda motor pun lewat di gang pasar. Ibu biasa memasukkan uang belanja khusus untuk sehari dalam dompet, keesokan harinya ditambah lagi bila kurang. Sumbernya? Dari Bapak yang rutin memberikan gajinya tiap bulan. Tentu saja Ibu harus pintar menawar agar uang belanja selalu cukup.

 

Saat saya berkeluarga, belanja ke pasar tradisional hampir masuk ke daftar ‘kegiatan yang tidak saya sukai’. Kondisi pasar lebih baik, karena pasar sudah berada dalam bangunan. Namun untuk menjangkaunya saya harus naik kendaraan, parkir di tempat yang masih becek, dan masuk ke ruangan yang minim lampu dan pertukaran udara. Belum masalah tawar menawar yang sungguh bukan keahlian saya. Ditawar, ngga tega karena untung mereka berapa sih. Kalau tidak ditawar, sebal juga kalau teman lain mendapatkan harga yang lebih murah. Maka saya lebih memilih belanja di tukang sayur yang setia datang tiap pagi, tidak perlu dandan atau naik kendaraan. Sumber uang untuk belanja berasal dari gaji saya, karena gaji suami lebih untuk hal yang ‘besar’ dan mana mau dia mengurusi hal remeh temeh seperti belanja harian 🙂

 

Untuk barang-barang kebutuhan tersier, saya banyak menggunakan online shopping. Faktor internalnya selain mudah dan cepat, saya sudah tidak ada waktu keliling dari toko satu ke toko lain, hanya untuk membandingkan barang atau harga, atau mencari info tentang spesifikasi produk. Faktor eksternal, ya kemudahan mendapatkan info serta membandingkan harga, adanya jasa pengantaran, dan harga jual sering lebih murah dari di toko. Mulai dari label nama, sepatu, baju, tas, jam tangan, VCD, makanan, tiket, bahkan sampai iPad semua saya beli lewat internet. Syukurlah selama ini tidak pernah ditipu penjual meski saya telah mengirimkan pembayaran lebih dulu. Kalaupun ada kesalahan produk biasanya karena saya kurang teliti atau tidak cerewet menanyakan secara detail.

 

Pembayaran yang saya lakukan biasanya lewat transfer, karena penjual-penjual tersebut sebagian besar mensyaratkan pembayaran melalui rekening mereka, atau ada pula yang Cash on Delivery (COD) jika penjual berasal dari kota yang sama. Transferpun tidak perlu keluar ke bank atau ATM, cukup dari meja saya semua terselesaikan. Mungkin karena mudahnya ini maka isi rekening saya sering berkurang karena transfer ke berbagai nama yang berbeda. Karena itulah suami saya sering terheran-heran jika melihat paket-entah-apa, sepulangnya dia bekerja, atau melihat catatan rekening saya yang aduhai-aktifnya. Konyolnya kalau ditanya saya sering lupa nama pemilik rekening teraebut menjual barang apa.

 

Padahal saya ingin mencoba metode pembayaran yang mulai banyak dipakai di Indonesia, misalnya Direct Debit, ClickPay, dan Virtual Account. Untuk proses PayPal tidak  masuk dalam pertimbangan saya karena saya tidak memiliki kartu kredit. Rekening Bersama memiliki proses yang hampir sama dengan Paypal, menjadi perantara pembali dan penjual, namun saya belum pernah menggunakan meskipun yang diperlukan hanya transfer uang di nomor rekening bersama. Ada lagi Direct Debit dan Click Pay, perbedaannya hanya yang satu menggunakan kartu debit, yang lain menggunakan kartu kredit. Yang terbaru adalah inovasi dari provider telekomunikasi, yaitu belanja dengan pulsa. Jadi pulsa kita akan berkurang sesuai harga produk yang kita beli. Untuk Virtual Account, penjual akan memberikan nomor rekening tujuan yang selalu berubah pada pembeli. Saya sudah bisa bayangkan wajah suami jika saya beli di tempat sama berulang kali.  🙂

 

 

Selamat Belanja!

Advertisements