Aerobik, Olahraga untuk Si Pemalas

 Yang pemalas siapa? Jangan tersinggung ya, itu saya! Semua orang sudah tahu kenapa perlu berolahraga, tetapi meskipun saya sudah membaca, bahkan menghapal manfaat olahraga, masih saja belum terpikir untuk mulai berolahraga. Padahal kalau mau dibuat checklist, sudah cukuplah alasan saya HARUS berolahraga. Keengganan saya dikarenakan tidak ada waktu (patut dipertanyakan, karena saya aktif berselancar di jejaring sosial), takut kelelahan karena saya harus bekerja, dan olahraga itu membosankan. Mungkin karena selama ini saya selalu melakukannya sendirian, di rumah maupun di pusat kebugaran, sehingga dengan cepat kebosanan melanda karena tidak ada variasi.

Sampai akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dengan klub senam aerobik, berdasarkan referensi dari beberapa teman. Ketertarikan saya bermula karena melihat teman-teman yang dari dulu badannya ya segitu-segitu saja, padahal mereka telah berumur. Kesannya awet muda dan selalu sehat. Sedangkan saya seiring pertambahan umur malah semakin membesar, merasa sering lemas dan sakit yang ngga penting seperti influenza sering melanda. Jadi mesti ada perubahan dalam gaya hidup saya.

Saat saya bergabung dengan klub tersebut, senangnya melihat banyak teman ’senasib’, saya jadi merasa tidak sendiri. Saya berusaha optimis meskipun mereka mungkin sudah  ikut sekian lama tapi tetap berbadan besar, setidaknya mereka lebih sehat dari saya dan wajahnya lebih ceria. Pesertanya berusia 20 tahun ke atas, kebanyakan sudah ibu-ibu. Ada pula bapak-bapak yang ikut, tapi sifatnya insidentil, kadang-kadang saja muncul. Yang menarik instrukturnya kebanyakan laki-laki, cukup berbeda dengan jaman Ibu saya yang semua instrukturnya adalah wanita. Pakaian yang dikenakanpun cukup beragam, tidak selalu pakaian senam. Saya sendiri cuek menggunakan celana training dan polo shirt.

Senam aerobik sendiri terdiri dari 3 bagian, yaitu pemanasan, inti, dan pendinginan. Pemanasan sekitar 10 menit, dilanjutkan dengan tahap inti pertama 20 menit, istirahat 5 menit (kadang digunakan untuk mengambil alat), tahap inti kedua 20 menit, sisanya 5 menit untuk pendinginan. Urutannya selalu seperti itu, namun waktunya fleksibel. Gerakan dipandu oleh instruktur, kadang merupakan kombinasi antara senam dan tari. Ditemani dengan musik yang menghentak dan  teriakan-teriakan dari instruktur, membuat suasana menjadi ‘panas’ dan peserta menjadi semangat. Awalnya gerakan saya selalu salah, yang lain gerak ke kiri, saya ke kanan. Kadang saya terdiam karena sudah tidak hapal gerakannya. Tapi lama-lama konsentrasi dan koordinasi saya membaik, dan bisa mengikuti seluruh gerakannya.

Manfaat yang saya rasakan setelah ikut dua minggu, saya rasa berat badan saya tetap saja 🙂 tetapi dengan ukuran badan yang lebih kecil. Semoga suatu saat berat badan bisa turun. Saya merasa saat melakukan aktivitas harian lebih semangat, karena peredaran darah lebih lancar. Awal ikut, badan saya sakit semua selama 2 hari. Maklum badan ini hanya dipakai saja, jarang dilatih. Sekarang sih sudah biasa, dan anehnya tidak terasa capek ketika di siang hari, dan tidur pulas di malam hari.

Manfaat aerobik lainnya dapat Anda cari pada artikel lain, karena di sini saya hanya menuliskan pengalaman pribadi. Menurut satu artikel, senam aerobik selama 1 jam akan membakar sekitar 355 kalori. Sehabis senam, jangan nongkrong di kedai kopi ya, karena kalori  yang hilang itu akan kembali jika Anda memesan Coffee Latte atau Frapuccino 🙂

Advertisements