Di Balik Pemilu April 2014

pemilu

Setelah sibuk manas-manasin orang supaya ngga golput, malu dong kalau ngga nulis liputannya.

Awalnya udah cek di Majalah Tempo, daftar 11 caleg berkualitas. Ternyata, ngga ada yang berada di Dapil saya. Akhirnya ke bersih2014.net, tetap aja ngga ada. Mampir ke http://www.jariungu.com, isinya seperti dct.kpu.go,id, bedanya webnya lebih user friendly, foto caleg terpampang sesuai urutan partai dan urutan nomor caleg, trus begitu diklik keluar data lengkapnya. Lumayan pusing juga, karena ada 180 caleg DPR RI, 40 DPD, 107 DRPD Tingkat I, dan 140 Tingkat II. Akhirnya ya random, semua yang kayanya kenal, kayanya OK dan terutama belum pernah jadi anggota legislatif. Dapat deh 4 nama beserta nama partai dan nomor urutnya.

Sudah selesai? Belum. Karena pas nganter anak ke dokter gigi, si dokternya tanya, ‘Ibu sudah ada pilihan?’ Agak ragu saya jawab belum, soalnya kepo pingin tahu, bu dokter mau bilang apa. ‘Ini, suami saya jadi calegnya. Kalau belum ada pilihan, mungkin bisa dicoblos.’ Terus dibukalah lacinya, dan saya dapat kartu nama suaminya. Oh OK deh, demi dokter gigi langganan 🙂

Karena takut lupa, saya WA suami, nama2 orang yang bakal saya pilih. Biasaaa, suka lupa. Didiemin aja tuh, dibalas apalagi. Dan sampai sekarang, saya ngga tahu dia milih apa. Sok rahasia! Jadi inget LUBER…

Pagi pas hari pemilihan, ada teman nyetatus soal daftar caleg di dapilnya. Jadi ingat kalau di dapil sy cuma ada Arzeti. Temen sy dooong, dapet Jane Shalimar, Raslina Rasidin, Ida Royani, Jeremy Thomas, Tantowi Yahya, dan…Farhat Abbas!
*lo katanya dulu capres…? 😛 *

Kita ke TPS jam 9. Menurut koran jam 7 sudah bisa didatangi. Ternyata jam 9 baru mulai, karena ada penghitungan surat suara, nunggu saksi, dan entah apalagi. Kelihatannya sih panitianya sibuk menulis ini itu, terdiri dari para pengurus RT dan RW. Pencoblosan berlangsung lancar. Ngga ada yang berlama-lama di bilik suara. Sepertinya udah pada tau, siapa atau partai apa yang mau dicoblos. Di kota Sidoarjo, malah panitianya dandan abis. Kaya gini neeeh 😀

20140409-135444.jpg

D tempat lainnya, unik-unik juga kok…

20140409-135535.jpg

Ada yang main musik :

20140409-140126.jpg

Ada juga yang nyiapin pisang sama tandannya :

20140409-140217.jpg

Atau wifi dengan password uniknya :

20140409-140313.jpg

Kalau liat kaya gini, masih tega golput? Jadi panitia TPS itu ada duitnya, tapi sedikit. Dipakai pula buat menyulap TPSnya supaya menarik, plus menarik lebih banyak pemilih. Kasian yang jadi panitianya…atau kali lain, yang jadi panitia yang golput deh, kan mereka di rumah aja 😛

Hal yang saya perhatikan, inilah waktunya kumpul sama tetangga. Maklum deh, di perumahan, jarang banget gaul sama tetangga, apalagi satu kompleks. Pergi pagi, pulang sire, langsung urus anak. Jadi, kapan gaulnya? Itulah sebabnya, kegiatan ngumpul macam ngantri di TPS ini, jadi ajang ketemu juga. Kalau diperhatikan, mereka yang sudah senior serius pakai bajunya. Batik, baju pergi, pokoknya beda deh. Sementara kita yang lebih muda ini, kaosan doang 😛

Kalau di awal saya cerita, meriksa daftar caleg lewat internet, bagaimana dengan mereka yang tidak? Sepertinya harus rajin baca koran, percaya pada poster, dan…mengandalkan ingatan. Misal, saat saya menelepon Bapak di kota lain,

‘Sudah nyoblos Pak?’ tanya sy melalui telepon.
‘Sudah.’
‘Pilih partai apa orang?’
‘Partai, tp ada 1 yg orang.’
‘Oh, kenapa?’
‘Itu…sepertinya itu dosen Bapak dulu pas koas.’
~_~ ‘Itu caleg perasaan ngga ada yg 80an deh umurnya..’
‘Oh? Habis namanya familiar…’

Nah, jadi dengan nama doang, itu resikonya. Tapi mikir kalau nyetak lembar suara bergamar sampai ribuan caleg gitu, mau berapa belas milyar lagi dihabiskan buat Pemilu? 🙂

Berdasarkan Pemilu 2009, persentase golputnya sampai lebih dari 40 persen, lebih besar dari partai pemenang yang cuma dipilih 20 persenan. Diantara yang milih itu, katanya yang usia mudanya lebih banyak. Maka cara-cara untuk mendekati (aka mempengaruhi) golongan muda harus disesuaikan. Misal selain internet, video, masuk ke forum-forum anak muda. Yang heran, kok kayanya ngga terlalu banyak ambassador dari anak-anak muda ya? Misal JKT48, Iko Uwais, atau bintang-bintang muda lainnya yang lagi banyak penggemarnya. Meski bukan caleg, mereka bisa dimanfaatkan untuk mempengaruhi anak-anak muda.

Lalu, tempat kumpulnya jangan di taman atau panggung gembira dong. Di cafe kek, atau mall. Hadiah yang ngaruh adalah apapun yang berhubungan dengan gadget. Jadi pulsa, jaringan internet gratis, game online, baru dah doorprizenya smartphone.

Tapi cara yang saya kagum adalah ikut sertanya retail dalam pesta demokrasi ini. H-1 muncul SMS dari toko perawatan tubuh yang memberikan diskon 20% khusus tanggal 9 April dengan menunjukkan jari yang bertinta. Cara yang sama dilakukan oleh kedai kopi, es krim, department store dan hypermarket.

starbucks

Lumayan untuk para newbie yang masih nol info mengenai caleg, tapi jadi semangat ke TPS karena ada iming-iming diskonnya. Nyoba sekali, semoga jadi ketagihan 😀

20140409-135404.jpg

***
IndriHapsari

Foto : E100, Amelia Masniari, pribadi

Advertisements