Benedict Cumberbatch, The New Sherlock!

20140215-054834.jpg

Nah ini nih contoh cowok cool. Tatapannya tajam menusuk, menampar-nampar hatiku

~ Dew Indrian

Yeah, sayapun beranggapan begitu. Tapi awal ketertarikan saya bukan dari tampangnya yang ngegemesin seperti foto di atas ini, melainkan waktu dia muncul dengan wajah sepucat mayat.

Yup! Dia adalah Sherlock Holmes yang baru. Diputar rutin di AXN tiap Kamis jam 8, dan Jumat, Sabtu, Minggu di channel yang sama, New Sherlock ini berhasil mencuri perhatian khalayak, dan mendapat nominasi Emmy Award.
(Data dari @RossyAnggi Jum:16.25; Sab:14.50,19.10,23.35; Ming: 10.10).

20140215-053517.jpg

Serial yang durasinya 1,5 jam ini, dengan sedikit iklan tentu, memang seru. Beda dengan Sherlock Holmes versi Amerika yang diperankan Robert Downey, Jr., Cumberbatch berusaha membawa kepribadian Holmes yang unik seperti di novelnya. Downey membawakan Holmes versi Hollywood, yang bandel, urakan, santai, sepintas jadi mirip Bruce Willis yang suka kege-eran jadi jagoan yang nyante gituh. Downey juga chubby dan pendek, ngga sesuai dengan penggambaran Sir Arthur Conan Doyle yang katanya si Holmes ini jangkung, rahangnya tinggi, pipi tirus dan cool.

Yah akhirnya pihak produser bisa juga nemu Cumberbatch, yang ternyata di film lainnya dia ganteng bangeeet *nyengir setan*. Mana ada teroris luar angkasa cakep kaya gini, sekaligus cool dan misterius seperti di Star Trek Into Darkness?

20140215-053613.jpg

OK, skip, kita balik ke Holmes.

Mr. Holmes versi Cumberbatch emang eksentrik. Seperti orang sakaw kalau ngga dapat kasus. Gelisah, menyebalkan, pokonya yang betah aja jadi dr. Watson. Si Watsonnya kasian deh, bolak balik dikick sama pacarnya karena merasa cemburu Watson terlalu akrab sama Holmes. Lalu direndahkan, diabaikan dan dijadikan eksperimen. Yah besar pahalamu di surga, Watson šŸ™‚

Saat dia melakukan deduksi, ngomongnya jadi cepat banget. Sayang kemampuan bahasa Inggris saya kurang mumpuni untuk mendengar dia mrepet, sehingga terpaksa lihat subtitle. Eladalah, kok teksnya yo ngga bisa nyaingin repetannya, ya ragu juga sih kalaupun bisa cepat, apa penonton bisa membacanya? Konsentrasi juga mesti dipecah, karena visual yang menggambarkan deduksi itu juga muncul secara cepat, sepotong-sepotong.

Dimana-mana memang lebih enak baca novelnya ya. Bisa diulang-ulang kalau lagi lola…hehehe.

Selain ekspresi dingin ’emang gue pikirin’ yang ditampilkan Cumberbatch, dia juga bisa tuh menampilkan tawa dan senyum, which is very rarely, dalam episode-episode yang berlangsung. Ada tipe ketawa lepas, ada senyum sinis, ada senyum tertahan. Kali lain ia bisa berekspresi sinis, ketakutan, dan panik. Hah? Seorang Sherlock Holmes panik? Cumberbatch seakan bisa menghidupkan peran Holmes ini di filmnya, sehingga Holmes bukanlah lagi seorang penyelidik yang over pede, tapi lebih menunjukkan sisi humannya. Termasuk saat ia tertarik (belum jatuh cinta…beluuum) pada Irene Adler. Ah skip aja bagian ini! *ngeles*

Cumberbatch juga tinggi, sekitar 180an, masih di atas Watson. Kurus, suka pakai coat panjang, yang kerahnya dinaekin. Dia ngga pake topi, meski di webnya pake. Oya, Holmes seri ini udah modern. Dia ngeblog.

Hahahah…sampai kaget saya waktu dia ngitungin jumlah kliknya.

Dia juga pakai ponsel untuk SMSan, menelepon, dan browsing. Tambah satu, Facebookan, tambah lengkap deh dunia šŸ˜€

Yah anyway, saya sebenarnya lebih suka dia dengan rambut hitam lurusnya, dan tampang unyu macam foto paling atas. Tapi apa boleh buat, berkat perannya jadi Sherlock Holmes, penampilan jadi ngga penting lagi kan?

Ngomong-ngomong, ada pendaftaran jadi penjahat ngga ya?

Baca juga :
Surat Cinta Untuk Sherlock Holmes

***
IndriHapsari
Gambar : pinterest.com

Advertisements