Yang Ngga Cantik Dilarang Sirik!

20140115-064232.jpg

Menjadi orang cantik itu anugrah, karena ngga semua cewek dapat kesempatan seperti itu. Kalau iya, pasti Putri Indonesia bakal ketat pemilihannya, karena stok orang cantik berlimpah. Sinetron kita benar-benar bertaburan wanita yang indah dipandang mata, bahkan tokoh bodoh dan pelengkap penderitapun jadinya orang cantik juga.

Sejak kecil, anak yang cantik selalu jadi perhatian. Diminta untuk ikut lomba cak dan ning misalnya, jadi wakil sekolah kalau menyambut tamu, dan sekaligus dikepoin orang tua teman-temannya, papa mamanya kaya’ apa sih, kok anaknya cantik banget? Sekaligus menilai kepantasan, pantas jadi anaknya apa ngga.

Masuk usia remaja, remaja yang cantik tentu mendapat perhatian banyak teman cowoknya, anak usia segitu emang lagi norak-noraknya, ngga gengsian menyatakan cinta, mudah pula move onnya. Jadilah si cantik dapat salam dari kelas yang berbeda, digoda kakak kelas, sekaligus ditaksir adik kelas. Laris manis pokoknya.

Usia dewasa, misal kuliah, orang cantik juga dapat ditugaskan menjadi pendamping dalam kunjungan antar universitas, terlibat dalam berbagai kepanitiaan, dan masuk brosur untuk iklan. Di tempat kerja, paling sip menjadikannya sebagai sekretaris, karena begitu disuruh nganter surat ke ruang rapat misalnya, bangga juga kalau orang lain pada melihat si boss punya sekretaris cantik nian.

Dengan semua kisah di atas, enak bener jadi orang cantik. Terkenal, tanpa perlu berusaha. Diperlakukan dengan baik dan beda, didahulukan kepentingannya, dicintai demikian banyak pria.

Lalu, bagian yang ngga cantik, apa dong?

Karena itu kisah si cantik ini sering bikin dengki yang mukenye pas-pasan. Putri salju bikin gemes ibu tirinya, karena ni anak cantik banget, sampai cerminpun salting saat ditanyai, ‘siapa wanita paling cantik di dunia.’ Meskipun cermin itu milik ratu, tetap utamakan kejujuran! #hlo. Atau cerita Cinderella yang disirikin saudara tirinya. Selalu saja ada wanita yang tidak turut berbahagia dengan pesona si cantik.

Nah, daripada disamain dengan ratu jahat, apa yang harus dilakukan oleh si kurang cantik?

Yang pertama, orang menyukai kita bukan dari penampilan saja, tapi dari sifat dan sikap. Memang penilaian pertama adalah penampilan, perlakuan istimewa awalnya dari penampilan, cowok naksir juga dari penampilan. Nah sekarang kalau misal kita jelek, pakai ditambah bonus sirik dan dengki, apa ngga kabur cowok-cowok? Jadi pertahankan sifat positif, berkelakuan baik dan menyenangkan, orang akan menghargai kita. Justru kalau kita kurang beruntung dari segi wajah, harus berusaha keras untuk memoles kepribadian biar makin sip.

Kedua, be confidence. Kepercayaan diri yang tinggi, selain membuat kita narsis #eh juga membuat kita woles saja dengan diskriminasi cantik dan tidak cantik tadi. Ngga usah terlalu dipikir, karena kita tahu there’s just a few silly people who treat others differently. Kepercayaan diri yang tinggi berkorelasi dengan kualitas diri yang tinggi. Jadi semisal nih, kita dapet cowok brengsek yang tiap ada teman kita yang cantik dan seksi dianya langsung megap-megap, putusin aja. Itu sudah membuktikan kualitas dia lebih rendah, dan kita deserve to get better. Jangan pelihara hubungan yang ngga sehat, karena merasa kita bakal susah dapat cowok seganteng dia. Ngga makan gantengnya kok, tapi duitnya #ehlagi.

Ketiga, orang cantik itu juga manusia. Maksudnya, di tengah senyumnya yang bertebaran dimana-mana, dia juga pasti mengalami pasang surut kehidupan. Apalagi kalau dia memanfaatkan kecantikan untuk hal-hal yang kurang baik, atau tak bisa menjaga tingkah lakunya. Keapesan juga sama tuh, ngga milih-milih kok mampirnya. Kita mungkin kurang di wajah, tapi lebih di dompet (hahaha…miris! :P)

Saran saya juga untuk para manusia cantik, mereka punya beban yang lebih untuk bisa merawatnya. Kalau bisa sih ngga berubah, menualah dengan elegan. Soalnya kalau ngga, kejadiannya bisa diomongin orang. Misal ‘dulu pas gadis dia cantik lo, trus setelah nikah kok jadi jelek?’ Nah lo! Itu suaminya pasti yang kena.

Manusia cantik juga bakal mendatangkan banyak godaan. Jadi perisai iman mesti kuat, karena semua akan serba mudah dan diperhatikan oleh yang lain. Mereka juga harus bisa menjaga perasaan yang lain, memperhatikan dan selalu bersikap hangat dan ramah. Bayangkan, kalau orang biasa, disapa ngga jawab, kita akan segera memakluminya. ‘Oh, paling dia ngga liat.’ Tapi kalau orang cantik ngga membalas sapaan kita, yang kepikiran, ‘sombong amat sih! Mentang-mentang cantik!’

Hehehe…ngga gampang kan jadi orang cantik? Jadi bersyukurlah atas keunikan wajah yang kita terima. Unik, karena Tuhan menciptakannya khusus untuk kita. Cetakannya cuma satu! ^_^

***
IndriHapsari
Gambar : pinterest.com

Advertisements