Orang Ngga Penting Bahas Hal Ngga Penting

*Perhatian, artikel ini mengandung kesombongan, dan saya ngga akan jaim dengan mengingkarinya. Yang ngga sanggup jangan lanjutkan, yang sanggup siapkan kresek di dekat Anda :D*

20140113-213204.jpg
Kadang saya suka heran pada mereka yang saya temui di jam kerja, sedang kongkow di warung kopi.

OK, ada yang sedang istirahat dari kerjanya, sedang libur mungkin, atau sedang M alias males. Tapi yang lain, yang sibuk dengan papan caturnya, buka-buka koran leceknya, menonton TV dengan segala model goyangnya, itu ngapain aja seharian?

Belum kalau dengar omongannya, makin hot topiknya, makin seru bahasnya. Semua dikomentarin. Padahal modal baca koran, atau tivi doang. Ngga pake acara ikut terlibat, apalagi ikut bantuin. Semua omdo alias omong doang.

Si ini begini lah, si itu begitulah. Dan dengan omongan berpanjang-panjang, dari Sumatra sampai ke Papua itu, paling banter yang berkesan bagi lawan bicaranya adalah pengetahuannya yang luas, serba tahu, dan kelihatan paling pintar (di warung kopi itu). Paling sial kalau jatuh di area sebaliknya, dianggap sok tahu, sok pintar, dan tukang ngibul.

Nah, mau jatuh ke area yang mana, pasti tahu dong apa pilihannya.

Masalahnya, dua-duanya ngga menghasilkan uang.

Mau terlihat pintar, atau sebaliknya, semua hanya angin lalu. Begitu orang pulang dari warung kopi, lupa apa yang ia katakan tadi. Lalu yang heboh ngomong itu dapat apa? Ya cuma beken di warung kopi aja, sepulangnya ya balik lagi jadi orang biasa, syukur-syukur bukan loser. Karena lari yang paling bikin capek itu, adalah lari dari kenyataan *eaaa…jleb!*

Maka heran aja kalau orang-orang macam ini, yang ngga tahu apa prestasinya, malah bikin keributan di warung kopi. Ributnyapun soal hal-hal ngga penting. Soal gorengan lah, kopi lah, kadang ngomongin yang jual, malah yang amit-amit, ribut antar sesama. Ya sesama pembeli kopi tadi. Seakan dunia berputar di situuu aja. Pantesan ngga pernah sampai ke bulan!

Tapi tetap kan, di luar warung kopi, ada orang-orang yang kita kagumi karena dia penting. Kenapa sih dia jadi orang penting? Ya karena apa yang dia lakukan itu penting! Berguna bagi orang banyak, berpengaruh, dan tentu bukan duduk-manis-ngomongin orang. Bakal ngga sempat dia meladeni hal-hal yang remeh temeh dalam hidupnya. Sebaliknya, yang suka ngurusin krucil-krucil itu, punya waktu karena nganggur tadi, jadilah ribuuut aja ngga tahu waktu, mana ngga mutu.

Nah, kalau ditanyakan ke saya, ngapain kok nulis tentang orang ngga penting, topik ngga penting, apa ngga takut ketularan ngga penting juga?

Mutiara, biar dalam lumpur, tetap mutiara juga kan?

*yak, silakan muntah…hehehe*

***
IndriHapsari
Gambar : pinterest.com/pin/275141858456730233/

Advertisements