Dijatuhi Cinta

20140113-043800.jpg

Kata orang cinta itu sederhana.

Tapi ternyata sederhananya beda-beda.

Kalau katanya Tulus yang penyanyi itu, dia selalu ada itu artinya cinta. Tentu bukan berarti harafiah jadi harus nongkrong terus sama kita, tapi dia mau mengorbankan hartanya yang paling berharga yaitu waktu, untuk kita. Soalnya waktu ngga bisa dibeli, ngga bisa kembali, dan pasti ilangnya.

Contoh nih, pas mobil kita mogok yang pertama kita telepon ya si dia. Waktu nilai kita jelek yang kita curhatin ya si dia. Waktu Jakarta banjir yang mesti berpusing-pusing jemput kita ya si dia. Jadi, meskipun kita perlu dia pas susah aja, dia rela-rela aja tuh melakukannya untuk kita.

Ada lagi yang bilang, cinta itu sederhana kalau berbalas.

Maksudnya, kita cinta, dia juga cinta. Kalau kita nyuapin dia sesendok, dia juga mesti balas sesendok. Kalau kita muji dia, awas aja kalau dia ngga muji kita. Kalau kita setia, dia juga mesti balas setia. Kalau kita selengki? Kan cinta juga, cinta dia dan lainnya. Yah biar imbang, balas selengki juga, dan kedudukan jadi satu sama.

Eh, ditip-ex aja yang terakhir, kalau cinta kok dibagi…

Jadi inget deh, berarti cinta yang sederhana itu single love aja, bukan multiple love. Dan namanya cinta, itu seperti kontrak jangka panjang yang ngga kelihatan. Jadi single lovenya cuma buat satu orang aja, selamanya. Karena itu jadi sederhana. Kalau setiap sepuluh tahun ganti yang lebih muda, ya gawat aja. Atau begitu miskin sedikit, langsung cinta diirit-irit, juga maaf-maaf aja. Berarti kita sudah terlalu rakus, dan cintanya jadi ngga tulus.

Percayalah, model-model kaya gitu kelak menuai keruwetan. Kalau ngga sekarang, kena di turunan.

Model lain dari cinta yang tidak sederhana, adalah cinta yang jatuh tidak pada tempatnya. Lesbian dan homo jatuh pada area ini. Berkat cinta yang membara, kelanjutannya juga jadi membara baik dari teman dan keluarga yang tidak setuju. Secara Sodom dan Gomora saja dihancurkan gara-gara ini, masa’ mau mengulang kesalahan yang sama. Sayangnya, biasanya pelaku keukeuh sureukeuh, atas dasar cinta, terus memelihara cinta yang tak semestinya ini. Jadi ruwet menutup telinga, bertahan dengan segala diskriminasi, dan menjaga agar si pasangan ngga segera sadar dari kesalahannya, dan memilih lawan jenisnya untuk dijatuhi cinta.

Menjatuhkan cinta pada yang sudah berpasangan juga gawat. Ada keluarga yang akan dikorbankan, ada kaidah agama yang dilawan. Bukankah kita dilarang mengingini harta sesamamu manusia, termasuk pasangan? Apalagi kalau statusnya kita juga sudah jadi pasangan orang lain, woaaa, bikin ribut saja! Maka tahan-tahan tuh cinta, jangan tebar dimana-mana, mending fokus pada keluarga tercinta, daripada sok kecakepan menjatuhkan cinta.

Ada bentuk tak lazim lain seperti cinta saudara (maksudnya untuk dijadikan pasangan), cinta yang beda umurnya jauh (ngga apa asalkan motifnya bukan duitnya atau staminanya – buat nimba maksudnyaaa :D), cinta anak sendiri, terlalu banyak cinta (sudah disebut) dan cinta yang main-main alias PHP. Ujungnya cuma nyakitin, ngga aci.

Lalu, dijatuhi cinta seperti apa yang membuat kita waras, ngga jadi gila? Karena meski cinta melibatkan rasa, tetap harus pakai logika. Cinta sih awalnya doang, selanjutnya mesti pakai otak. Karena cinta ngga bisa bayar rekening listrik, air, apalagi nyekolahin anak.

Pertama, lihat dulu apa cintanya saat ini sudah ada yang punya. Misal dia sudah berkeluarga, atau berpacaran? Kalau ya, suruh beresin dulu, jangan sampai berantem urusan ngga penting. Kedua, cintanya berkomitmen ngga? Kalau cinta ya rela berkorban apa saja. Tapi juga mampu mengarahkan. Jadi jangan tiap dimintain duit ho-oh saja. Atau minta grepe sedikit langsung OK. Jangan sampai karena cinta, jadi menjerumuskan. Ketiga, apakah cintanya punya tujuan? Kalau buat main-main, TTMan aja (ups!) dan tentu jangan sebut itu cinta, jangan tuntut untuk setia, dan jangan ribut kalau diputus tiba-tiba.

Ribet amat mbak, katanya cinta itu sederhana?

Ya sederhana kalau kita ngga mikir kelanjutannya. Dan ujung-ujungnya pasti ada yang sakit hati. Soalnya buat kita masih sederhana, eh ternyata dia mikirnya sudah maju satu step. Mulai mikir mau dibawa kemana. Mulai cemburu ketika kita ternyata dijatuhi cinta oleh yang lain, atau malah kita yang mulai PHP ke orang lain.

Itu sebabnya, kalau masih kecil, ngga usah cinta-cintaan dulu deh. Mending fokus belajar, berteman, atau karir diduluin (eh ini sih bukan masih kecil ya…lebih tepatnya belum siap). Kalau masih belum sreg, ngga perlu harus menjatuhkan cinta, suatu saat bakal ketemu kok, sama orang yang pantas mendapatkannya. Lalu kalau tetap dijatuhi cinta, padahal kita belum siap dan dia sudah dibilangin masih juga ngotot? Ya asal orangnya ngga psikopat, terima aja sebagai amal, dan bilang ke dia, tanggung sendiri resikonya. Beri harapan semoga suatu saat cinta kita akan tumbuh padanya, dan bukan masuk kotak friendzone selamanya 😀

***
IndriHapsari
Gambar : pinterest.com/pin/147492956520514026/

Advertisements