THE DEEP WEB (1)

PROLOG

20140109-054208.jpg
Oly menatap meja yang sudah ditatanya sedari tadi. Meja bundar di pinggir kolam renang, yang ia minta Pak Mamat untuk pindahkan dari teras rumah. Dua kursi yang serasi. Dan lilin yang siap dinyalakan. Suasana agak temaram, pasti cocok dengan nyala lilin yang berpendar di kegelapan.

Piring makan sudah tersaji, tinggal minta Bi Ijah untuk membawakan makanan yang sudah dimasaknya sendiri. Ya, tadi ia sendiri yang memasaknya, berbeda dengan hari biasa. Karena hari ini adalah hari istimewa, hari ulang tahun pernikahan mereka.

Alex sudah meneleponnya tadi. Bukan urusan dinner malam ini, tapi mengabarkan perusahaannya menjadi pemenang tender proyek flyover, dengan nilai satu trilyun rupiah. Setelah berbulan-bulan mempersiapkannya, tak heran Alex begitu gembira menjadi pemenangnya. Maklum, lawan tendernya bukan perusahaan sembarangan. Mereka sudah malang melintang di dunia pertenderan, tidak hanya transportasi, tapi bidang lainnya. Belum kabar mereka ada hubungan dengan perusahaan yang mengadakan lelang.

Tapi sudah berlalu, dan tanpa ingin merusak kebahagiaan karena Alex lupa tentang tanggal pernikahan mereka, Oly mengucapkan selamat dengan tulus, dan berkata menunggu Alex di rumah. ‘Makan malam’ katanya, ‘aku yang masak.’

Alex menyanggupi untuk pulang cepat. Itu saja sudah Oly hargai, teman-teman Alex pasti sudah antri untuk merayakan keberhasilan itu, tapi Alex mau menundanya untuk Oly.

Maka tak heran Oly dengan bangga memandang semua yang sudah ditatanya. Pukul 7 malam, semoga Alex sudah datang.

Bi Ijah tergopoh membawa wireless phone dan mendatangi Oly yang berdiri.
‘Non, ada telepon,’ katanya cemas, ‘katanya dari polisi.’

Oly menerima teleponnya dengan heran.
‘Ibu Magnolia Wangsasubrata?’ terdengar suara lelaki di ujung sana. Oly mengiyakan.

‘Bisa tolong ke kantor kami Bu, kantor polisi Dukuh Kupang? Kami menemukan sopir Ibu, Pak Jono dalam keadaan pingsan di tepi jalan tol. Mobilnya terbuka dan ditinggalkan begitu saja. Ada bekas tembakan di kaca belakang.’

Alex…

‘Su…suami saya…?’ tanya Oly terbata.

‘Kami tidak menemukan orang lain di mobil itu, Bu.’

Oly merasakan jantungnya berdebar kencang.

(Bersambung)
***
IndriHapsari
Gambar : pinterest.com/pin/541346817680518838/

Advertisements