Jangan Update Status Sembarangan di Medsos

Tidak ada manusia yang bebas sebebas-bebasnya.

20140105-213237.jpg

Pasti ada persinggungannya. Pasti ada resiko dari segala perkataan dan perbuatan kita. Mau baik atau buruk, resiko tetap ada. Hanya resiko bertambah besar ketika kita berucap kasar. Hanya efek akan menjadi bumerang, ketika kita berlaku negatif. Apalagi dengan adanya media sosial, semua bisa menjadi barang bukti yang memberatkan. Beda dengan komunikasi lisan. Jika tidak ada bukti rekaman, maka seseorang bisa menyanggah pemberitaan. Sebaliknya, perkataannya bisa dipelintir sesuai keinginan penulisnya.

Jadi, update status seperti apa yang bahaya?

20140105-213033.jpg

Pertama, jika Anda seorang pekerja, jangan mengeluhkan pekerjaan Anda, apalagi ngomongin pimpinan. Posisinya beda, jangan macam-macam dengan mata pencaharian. Meskipun Anda berpikir aman karena tidak terhubung dengan atasan, ada saja teman yang berjiwa pengkhianat merekam status Anda dan mengumumkannya untuk menjatuhkan Anda.

Lagian, tidak etis juga ngomongin tempat kerja sendiri ke publik, dimana di dalamnya ada orang yang ngga berkaitan dengan masalah Anda. Ungkapkan langsung pada yang berkepentingan. Jika tidak ada jalan, kenapa ngga keluar saja dan cari tempat kerja yang lebih nyaman? Sekalian buktikan bahwa Anda memang berkualitas sehingga ada tempat lain yang mau menampung Anda.

Jika hal itu berlaku sebaliknya, misal pimpinan yang ngomongin anak buahnya, anak buah memang ngga bisa berbuat apa-apa. Tapi jangan harapkan loyalitas, apalagi sense of belonging, perasaan ikut memiliki. Merasa diabaikan, bahkan dihina pimpinannya, Anda seperti memelihara api dalam sekam.

20140105-213552.jpg

Kedua, meskipun yakin dia tidak kenal Anda, tapi Anda tahu banget dia, jangan menuduh seseorang atau suatu pihak secara sembarangan. Tuduhan itu bisa berupa hinaan, serangan, berita bohong yang tidak ada sumbernya. Sasaran yang dimaksud bisa selebriti, pejabat, politisi, pengusaha, atau lainnya.

Ingat, daripada berurusan panjang dengan polisi, atau keluar masuk pengadilan gara-gara tuntutan, mari isi waktu Anda dengan mencari bukti-bukti yang terkait, dan berlatih menyampaikannya dengan santun, bukan sepenggal-sepenggal karena yang dipahami memang masih sebagian. Semakin sedikit karakter, semakin banyak kesalahpahaman yang bisa terjadi dan membuat masalah di kemudian hari.

20140105-212817.jpg

Ketiga, untuk para jomblowan dan jomblowati, status Anda menunjukkan siapa Anda, plus masa depan seperti apa yang Anda tawarkan pada calon pasangan. Misal yang cowok nulis ‘rokok tinggal sebatang nih, terpaksa ntar lagi ngutang’ atau ‘akhir bulan cuma sanggup makan mie instan’ maka siapa yang tertarik untuk Anda ajak kawin? Calon mertuapun akan mikir kalau baca status calon mantu seperti ini. Mau dikasih makan apa anaknya nanti?

Untuk yang cewek juga tak perlu meluapkan sakit hatinya pada lelaki di medsos. Mengata-ngatai mereka atas dasar pengalaman berhubungan dengan cowok brengsek, padahal ngga semua seperti itu. Atau menuntut ini itu dari para pria, yang akan membuat pria berpikir ‘belum jadi istri aja sudah susah diatur, apalagi kalau jadi bini’. Bagaimanapun itu sudah ego bawaan cowok. Nah, lepas lagi deh ikan di kail pancing.

Keempat, jangan ngomongin teman. Jika ada yang tak berkenan, sampaikan langsung padanya, atau cobalah untuk mengerti. Jika sudah dibilangin tetap bandel, boleh saja nyetatus, tapi tak perlu langsung menunjuk pada siapa. Biarlah kalau dia jelek, yang tahu cuma kita aja. Persahabatan itu lebih penting, daripada menulis status untuk menarik perhatian.

20140105-213431.jpg

Semoga kita jadi lebih bijak ya dalam mengungkapkan pendapat kita di medsos ^_^

20140105-213957.jpg
***
IndriHapsari
Gambar : pinterest.com/pin/84161086757767318/
pinterest.com/pin/325174035564655357/
pinterest.com/pin/214554369718840444/
pinterest.com/pin/322781498264645638/
pinterest.com/pin/86201780341411164/
pinterest.com/pin/298926493986981889/

Advertisements