Malam Tahun Baru di Sydney

Sydney mempersiapkan malam tahun barunya dengan serius. Konon kembang apinya menghabiskan dana terbesar di dunia. Oleh karena itu sejak awal kisah kembang api ini sudah diberitahukan ke masyarakat sejak awal, tempat-tempat mana (vantage point) yang dapat digunakan sebagai tempat menyaksikan. Biar ngga tumplek blek di Opera House. Ada web http://www.sydneynewyearseve.com.au yang memuat detail pelaksanaannya, termasuk acara-acara lain. Lalu sejak datang ke Sydney, kita sudah bisa mengambil brosur berisi perubahan transportasi dan vantage point juga.

Biasanya tiket kereta kan hanya berlaku satu hari. Kali ini tiket bisa dipakai sampai besok, khusus tanggal 31 Desember 2013 dan 1 Januari 2014. Jadi kereta, tram, ferry beroperasi lebih lama. Lalu ada stasiun yang ditutup, silakan memutar kalau mau keluar. Ada juga yang berhenti di stasiun teretntu, ngga dilanjutkan, silakan lanjutkan dengan bis. Jangan khawatir, semua sudah dituliskan, kalau masih ngga ngeh juga ada petugas yang ngecekin satu-satu masih ada penumpang ngga di gerbongnya.
image

Waktu jam 11 kita nyampe di Circular Quay, stasiun paling dekat dengan Opera House, sudah rame dengan orang yang bawa perlengkapan piknik. Trus ada pemeriksaan di dua pintu yang dibuka. Sebenarnya Opera House adalah area terbuka, tapi sudah dipasangi pagar pembatas dan sudah ada pihak keamanannya. Yang tidak diperbolehkan bawa alkohol dan botol kaca. Misal bawa selai, mustard, bir kalau di botol kaca ngga boleh. Dari situs resmi yang saya sebut di atas, tempat ini memang alcohol prohibited, tapi alcohol sale. Tempat ini juga dilengkapi toilet dan stand jual makanan.
image

image

Orang-orang entah kapan datangnya, sudah ada yang tiduran di atas alas yang mereka bawa. Menghadap ke Harbour Bridge dan di depan Opera House, semua cuek berpanas-panas menunggu 12 jam lagi. Ada pengumuman kalau mau keluar pake pass, dan harus balik sejam kemudian. Pertama kita ngga ngeh buat apa ya wong masuk gratis.

Ternyataaa.,,pas kita tinggal dan balik lagi jam 5, dari stasiun udah ditutup akses ke Opera House, jadi mesti bayar atau nunjukin tiket. Dari pintu yang terbuka, kita bisa nyelip ke The Rocks, di sisi lainnya Opera House. Tapi ya gitu, sudah ruame dengan orang yang mau nonton. Dengan cueknya kita duduk di alas yang sudah disediakan pemerintah, di antara kumpulan manusia.
image

Di Indonesia aja ngga bela-belain gini 😛 Makanya cepet ngga betah. Orang lain sih bawa cemilan dan permainan, kita bengong. Mana tablet saya low bat, jadi mesti menghemat baterai. Makan minum kita batasi, soalnya toilet portablenya ngantri panjang.

Pertama helkopter yang paling lagi ngamatin pengunjung, atau mungkin dari stasiun TV. Lalu pertunjukan akrobatik udara. Memang kalau di jadwalnya gitu sih, jam 7 malam, yang masih terang itu, didahului akrobatik udara. Ntar kembang api pertama jam 9 malam. Beberapa kali berlanjut, sampe jam 12 malam puncaknya.

Sayangnya, muncul gerimis. Ada yang bertahan, ada yang kabur ke bawah jembatan. Kita? Langsung pulang, soalnya ngga kuat duduk lama-lama. Yang kecil juga homesick, rindu kamar hotelnya. Di stasiun, cuma sedikit yang meninggalkan, lebih banyak yang menuju ke Circular Quay. Pun sampe stasiun yang kita tuju, orang-orang malah baru berangkat.

Akhirnya lihat dari TV acara tahun barunya. Kembang api pertama menyala, kita bisa lihat dari jendela. Ada beberapa sudut kota juga yang menyalakannya. Trus pas jam dua belas, TV sudah mati, tapi kembang api menyala dimana-mana. Di bawah kamar, resto yang sedang bikin perayaan, memadamkan lampunya, dan tepat jam 12, menyalakannya lagi dengan lebih meriah.

Selamat Tahun Baru semua! Semoga tahun depan semua target tercapai yaaa 🙂
image

(Yang ini coklat complimentary dari hotel. Oya, untuk kembang apinya, ini yang saya dapat dari situs news.com.au )
image

***
IndriHapsari

Advertisements