Puisi Yang Terputus

13819347091838588269

Jika engkau adalah satu, maka yang lain adalah kosong.

Berdua, hidupku akan seimbang bersamamu.

Meskipun ada tiga warna lampu, rasanya akan kuterobos begitu melihatmu.

Aku akan datang dari empat penjuru mata angin, untuk mendampingimu.

Lima indraku, kau tahu, akan bereaksi jika ada kamu.

.

Kurasa ini hari keberuntunganku, ketika angka enam muncul di daduku.

Kau ceriakan hariku dengan tujuh warnamu.

Delapan unsur atom yang akan menyambung hidupku, tanpa itu, bisa sesak nafasku.

Pada langit kesembilan, kau akan melambungkanku.

Sepuluh jari-jariku, akan menggenggam cintamu, hingga takkan lepas ia dariku.

.

‘Masih berkutat dengan angka-angka?’ Nafasmu terasa di telingaku.

Aku mengangguk malu.

‘Apa aku sekedar angka bagimu?’ Sebuah kecupan hangat menjalar di bibirku.

Aku menggeleng lemah.

‘Mau kuajarkan berhitung?’ Kini ujung hidung kita beradu.

Aku tersenyum.

Dengan lembut kau tarik tanganku untuk bangkit mengikutimu…

.

Satu-satu, lain kali akan kuteruskan puisiku,

dengan inspirasi yang tak pernah habis darimu ^_^

***

IndriHapsari

Referensi : Wikipedia

Gambar : pinterest.com/pin/141652350750305458/

Advertisements