Cloudy With A Chance of Meatball 2 : Ada Steve Jobs Di Dalamnya!

20131015-165402.jpg

Di antara kepungan film-film animasi yang dibuat oleh Pixar, Sony Pictures berusaha melawannya dengan film-film animasi khas produksinya. Semua sekuel film Smurf dan Hotel Transylvania adalah beberapa di antaranya. Kemudian, setelah sukses dengan idenya yang unik pada Cloudy With A Chance of Meatballs berupa hujan makanan, pada akhir September 2013 mulai ditayangkan di Amerika Serikat sekuelnya.

Pada tayangan 3 dimensi, semua adegan memanfaatkan teknologi tersebut, hingga banyak kita temukan gambar yang melayang-layang, bahkan sampai tulisanpun bisa dibuat 3 dimensi. Mengenai ide cerita, tak perlu diragukan lagi. Daya khayal yang luar biasa. Kentang bisa serupa kuda nil, daun bawang bisa berupa dinosaurus, burger keju bisa menjadi laba-laba yang menyeramkan.

Cerita dimulai ketika Flint, si ilmuwan muda ditawari pekerjaan oleh Chester, ilmuwan senior yang menjadi idolanya. Chester punya satu pulau tempat perusahaannya berada, dan ia memiliki banyak pekerja yang wajib menyalurkankan ide padanya.

Sekilas sosok Chester mengingatkan saya pada Steve Jobs. Penampakannya, gayanya, haus idenya, semua sama. Hanya kalau soal liciknya, ngga tahu juga. Apalagi kriminalnya. Tapi Flint yang lugu menelan mentah-mentah semua omongan Chester untuk menghancurkan mesin buatannya yang terus menerus menciptakan ‘living food’, hingga menyebabkan permusuhan dengan teman-teman lamanya. Mereka bertengkar gara-gara Chester ingin mematikan mesin produksi makanan, sedangkan teman-teman Flint menginginkan mereka mengendalikan polah para foodanimal tersebut.

20131015-165442.jpg

Sepanjang film kita akan disuguhi warna-warna yang menawan dan ide-ide yang brilian. Belum lagi keisengan penulisnya untuk menciptakan istilah-istilah baru. Misal Shrimpanzee atau udang yang bertingkah seperti simpanse, atau burung flamingo dari mango (mangga) yang disebut Flamangoes.

Tentu saja ini film yang seru, lucu, anak-anak akan tertawa sepanjang film ditayangkan. Namun bicara soal pesan, kurang begitu mendalam. Maksudnya penonton akan mengingatnya sebagai film makanan, bukan film yang mengajarkan tentang persahabatan, atau jadi orang pintar jangan bego, sehingga mudah dimanfaatkan orang. Karena ya itu tadi, ganti scenenya cepat. Belum sempat mikir atau meresapi maknanya, sudah disodorkan adegan lain yang tak kalah seru.

Apapun hasil review kali ini, film ini tetap menarik untuk ditonton, terutama versi 3Dnya. Selamat menyaksikan bagaimana Flint menyelamatkan mesin FLDSMDFRnya ya, alias Flint Lockwood Diatonic Super Mutating Dynamic Food Replicator 🙂

20131015-165526.jpg
***
IndriHapsari
Gambar : rogerebert.com, philstar.com, pribadi

Advertisements