90 Detik Bersamamu

  • 20130428-004854.jpg

    90
    Kuhentikan motorku.
    89
    Masih lama menunggu.
    88
    Iseng melihat sekitar.
    87
    Memandang ke samping kanan.
    86
    Di balik kaca yang gelap.
    85
    Bertemu keindahan.
    84
    Seorang pengemudi wanita.
    83
    Menyetir sendirian.
    82
    Berkacamata hitam.
    81
    Sibuk memukulkan telapaknya bergantian.
    80
    Pada setir di hadapan.
    79
    Kepala mengangguk-angguk lucu.
    78
    Dengan bibir mungil berkomat-kamit seru.
    77
    Ah sedang dengar lagu apa sih kamu?
    76
    Kok sepertinya asyik sekali.
    75
    Kubayangkan kalau aku di sebelahmu.
    74
    Apa kamu akan tetap ceria seperti itu?
    73
    Menikmati saat menunggu.
    72
    Tak ada cemberut.
    71
    Tak jua merengut.
    70
    Berusaha tegar hadapi hambatan.
    69
    Kuamati dia kembali.
    68
    Hidung mungil menggemaskan.
    67
    Dagu tampak indah dengan senyuman.
    66
    Leher jenjang tanpa hiasan.
    65
    Bahu yang mungil.
    64
    Lengan yang langsing.
    63
    Kini bibir tersebut membuka seakan bersuara ‘a’.
    62
    Ah, kini ‘u’.
    61
    Kalau ada aku.
    60
    Kutemani nyanyimu.
    59
    Sesekali ku akan memandangmu.
    58
    Mengacak ponimu.
    57
    Atau mencubit dagumu.
    56
    Saat itulah kau akan membalas.
    55
    Melayangkan tinjumu ke lenganku.
    54
    ‘Wek! Ngga kena!’
    53
    Dan kita akan tertawa bersama.
    52
    Lupa akan kemacetan yang ada.
    51
    Lalu dia menoleh.
    50
    Tidak, ini beneran!
    49
    Merasa sedang diamati.
    48
    Ia menoleh ke arahku!
    47
    Alisnya bertaut tanda keheranan.
    46
    Bibirnya terkatup rapat.
    45
    Tertangkap basah!
    44
    Aku gelagapan.
    43
    Berusaha beri dia senyuman termanis.
    42
    Sial kulupa.
    41
    Senyumku terhalang helm teropong.
    40
    Bagaimana cara agar dia tak mencurigaiku?
    39
    Kulambaikan tangan perlahan.
    38
    Berharap dia mempercayaiku, aku bukan orang jahat!
    37
    Dia terdiam sejenak.
    36
    Sebelum kemudian balas melambai ragu.
    35
    Mungkin aku dikira temannya.
    34
    Akhirnya ia menghadap depan lagi.
    33
    Akupun berusaha sopan.
    32
    Menghadap depan, melihat jalan.
    31
    Namun baru lima detik berlalu.
    30
    Aku tak tahan.
    29
    Untuk kembali menoleh padanya.
    28
    Dan ia juga tengah memandangku!
    27
    Cepat-cepat ia melihat depan lagi.
    26
    Tertunduk malu.
    25
    Dengan bibir menahan senyum.
    24
    Ah, sukanya melihat kamu tersipu.
    23
    Bayangku sambil melirik sembunyi.
    22
    Saat itulah aku akan memelukmu.
    21
    Dan bilang ‘I love you.’
    20
    Ah, sungguh gila namanya cinta.
    19
    Datang tiba-tiba.
    18
    Di perempatan jalan biasa.
    17
    Tiap hari kulewati.
    16
    Tak pernah terasa seperti ini.
    15
    Pengemudi mobil keperakan.
    14
    Bagai bidadari turun dari khayangan.
    13
    Penunggang unicorn.
    12
    Yang kini memilih terdiam.
    11
    Kapan lagi ya akan ada kebetulan.
    10
    Bertemu cinta di jalan?
    9
    Merasa bahagia di tengah kemacetan.
    8
    Dan malah berharap.
    7
    Lampu merah akan tertahan.
    6
    Angkanya tetap sembilan puluh.
    5
    Tidak berubah sedikitpun.
    4
    Biar saja kita berdua di sini.
    3
    Sementara mereka melaju pergi.
    2
    Aku akan menemanimu.
    1
    Berdua habiskan waktu.
    0
    Klakson mulai berbunyi.
    30
    Kau harus maju.
    29
    Tapi aku masih tertahan banyak pelaju.
    28
    Kepalamu tegak lagi.
    27
    Tanganmu menggerakkan kopling.
    26
    Mobil melaju pergi.
    25
    Meninggalkan kenangan di hati.
    24
    Kubaca plat nomormu.
    23
    L 114 NA, kelak kita akan bertemu ^_^

    20130428-005001.jpg
    I wanna be like this ūüėČ

    ***

    20130428-005236.jpg
    Sumber gambar : pinterest.com

  • Advertisements