Akronim Gaya Mahasiswa

Tumben-tumbenan baca rubrik Bahasa! di majalah Tempo bikin saya ngakak. Artikel dengan judul yang sama mengingatkan saya pada akronim Srimulat dulu waktu Tarzan berdialog dengan Mamik.

‘Aku lo, kuliah di Untumu.’ *untumu = gigimu*
‘Opo iku?’
‘UNiversitas TUgu MUda!’

Entah ya, universitas itu ada apa ngga, tapi kebiasaan menyingkat di lingkungan mahasiswa memang merupakan hal yang jamak. Mulai dari yang umum dipakai, misal DPR untuk Di bawah Pohon Rindang, atau Perek untuk PEmbantu REKtor, sampai yang khusus karena di tempat lain ngga ada. Misalnya slogan ITS Surabaya yang bunyinya CUK, yang seperti makian, tapi sebenarnya singkatan dari Cerdas Ulet Kreatif.

Kali ini pengisi rubrik Bahasa!, Kasijanto Sastrodinomo mengangkat akronim khas mahasiwa UI. Misal ‘kuliah Semprak’ jangan dibayangkan akan membahas mengenai ‘jeroan’, tapi Semprak singkatan dari SEMantik dan PRAgmatiK bahasa, nama mata kuliah di program studi linguistik. Atau ‘kuliah Sekuteng’ yang tidak membahas minuman, tapi tentang SEjarah KUno asia TENGgara. Pengamen untuk mata kuliah PENGAntar manajeMEn, dan Penjarah untuk PENgantar ilmu seJARAH. Aline yang sama dengan nama model seksi, merupakan singkatan dari ALjabar LINiEr. Jangan takut belajar Maling ya, karena singkatan itu untuk kuliah MAnajamen LINGkungan.

Kaitannya dengan tempat, ada singkatan Geli atau GEdung LIma, Gempa atau GEdung eMPAt, dan Gelap untuk GEdung deLAPan. Kalau lapar, silakan ke Kansas. Kejauhan? Ngga juga, karena itu singkatan dari KANtin SAStra. Makan di Kancut? Boleh, KANtin berbentuk keruCUT menarik juga. Atau mau TP2 di Kancil, siapa tahu ketemu dengan mahasiswi Cikologi *julukan imut untuk Psikologi* yang manis-manis.

Kalau tanggal tua, mulai harus KKN nih alias Kanan Kiri Ngutang ke teman dan warung langganan. Menunya mulai berulang antara Internet *INdomie TEluR korNET*, Teroris *TEmpe ROng iRIS- tempe dua iris* atau Stereo Tante *Sego TEmpe loRO TANpa TElur-nasi dengan dua tempe tanpa telur.* Minumnya cukup Tante Susi *TANpa SUsu/SIrup* biar ngirit.

Kenapa sih banyak akronim yang muncul dari lingkungan ini? Menurut Kasijanto, hal ini mereka lakukan untuk keintiman komunikasi sehari-hari, mengurangi beban belajar yang cukup padat secara psikologis. Yah, asal dipakainya untuk keperluan terbatas dan tak resmi saja.

Sudah ya, saya mau mengikuti Kulum, alias KULiah UMum ^_^

20130401-072606.jpg

Advertisements