Foto KTP

Kamu cantik. Kamu  menarik. Kamu baik.

(kata saya pada cermin)

talk to mirror

Kenapa ya, justru untuk foto yang sering kita lihat, selama 5 tahun ke depan, kita tampil dengan tidak selayaknya. Maksudnya, males banget gitu liatnya. Bolak balik dikeluarin, dan ketemu lagi dengan wajah ngga asyik itu.

Ya itu, kenapa ya, kalau foto untuk kartu pengenal kita, baik KTP, SIM, Paspor, Kartu parkir, Kartu member semua muncul dengan tampilan yang payah. Ingin rasanya mengusulkan, gimana acaranya bukan ’dipanggil untuk pas foto’, tapi ’menyerahkan foto.’ Kan enak tuh, bisa khusus ke studio, atau minta difotoin teman yang pinter motret, ambil angle yang tepat, sudah dandan cantik sebelumnya, dan backgroundnya yang keren. Pasti deh ngga ilfil berat waktu liatnya.

Foto KTP yang paling bikin kesel. Karena sering dikeluarkan untuk dicatat nomornya, difotokopi, discan, dilihat tanda tangannya atau hanya untuk memastikan kesamaan foto di KTP dengan yang menyerahkannya *which is cakepan aslinya*. Entah ya, meski syaratnya ’tunjukkan tanda pengenal’, bukan ’tunjukkan KTP’, tapi kita selalu memilih KTP daripada SIM untuk dikeluarkan.

Kalau SIM cukup jarang kita lihat, kecuali diminta polisi, sama ngecek masa berlakunya sudah habis belum. Sama saja parahnya foto SIM ini, belum lagi kalau kita berkacamata, kacamatanya harus dilepas. Padahal selain can’t live without it, can’t look beauty without it juga 😛

Foto paspor, paling parah. Karena kantor imigrasi di kota saya ini cukup kecil, pengajunya buanyaaak. Akibatnya umpel-umpelan, untuk menembus kumpulan orang perlu perjuangan. Belum mendudukkan adik yang sudah ketiduran dalam gendongan. Akhirnya berhasil juga, sambil dipegangin. Untung tangan saya ngga kelihatan. Emaknya? Ya seadanya lah, sudah ngga sempat dandan, keringatan, dan habis nduseli (mendesak) orang.

Tapi ternyata ada lagi yang lebih nyebelin di banding KTP. Kartu parkir. Ceritanya setiap saya mau masuk lahan parkir kantor, ada kartu yang harus di-tap (disentuhkan) ke mesin pembaca, agar portalnya terangkat. Berarti..tiap hari dong saya mesti melihat wajah saya yang ngga banget. Mana kartu itu juga berfungsi sebagai tanda pengenal, yang harus digunakan saat di kantor atau bertemu klien. OK saya bisa alasan pas difoto saya baru pulang sekolah, sehingga saat ngga banyak dilihat orang saya lebih suka tampil seadanya *bedakan dengan apa adanya*, but… who cares? Emang sempat saya jelaskan panjang lebar seperti itu, itu juga kalau ada yang tanya…*eaaa…GRnya kumat..*

Fotonya..seperti ini nih…

Indri kartu

Blur bukan karena kamera, tapi disengaja *grin*.

Advertisements