Deteksi Kebohongan

20130317-204702.jpg

Bagaimana mengetahui seseorang berbohong atau tidak? Secara maling ngga mungkin ngaku kan. Nah, berikut ciri-cirinya:

1. Senyuman
Senyumnya macam orang nyengir terpaksa, atau senyum ikhlas? Senyuman ikhlas melibatkan otot lebih banyak, misal di sekitar mulut dan mata *mata menyipit*. Sedang senyum terpaksa, matanya ngga ikut ketawa. Ada juga yang bilang senyuman terbaik itu 2 cm ujung bibir ditarik selama 7 detik, bukan ditarik 7 cm selama 2 detik. Coba deh di depan kaca 🙂

2. Body Language
Ada gerakan-gerakan tidak perlu saat orang tersebut berbohong. Misal garuk-garuk, menoleh kanan kiri, mengusap, meremas ujung baju. Tapi kalau sambil mencuci dan memasak, ya berarti Anda aja yang nanyanya tidak di saat yang tepat.

3. Mimik Wajah
Ngga begitu ketara sih, tapi kalau dia kaget saat ditanyai dan berencana berbohong, maka dahinya akan berkerut, alis bergerak, dan semua gerakan tidak perlu lainnya.

4. Mata
Biasanya mereka menghindari kontak mata, katena beneran deh, kunci kejujuran itu bisa dilihat dari matanya. Masalahnya pembohong yang sudah pakar bisa bertahan dengan menatap mata Anda. Namun, tetap saja ada cirinya. Yaitu pupil matanya biasanya membesar saat ia berbohong, kemudian lebih rajin berkedip *padahal ngga lagi naksir*, dan mata bergerak ke kiri dan ke kanan, untuk nyari jawaban atau alasan.

5. Keringat
Saat tegang menjawab pertanyaan, keringatnya dapat bercucuran. Intinya, jangan nanya setelah dia selesai berolahraga. Bisa ngga valid deteksi kebohongannya.

6. Terlalu memperhatikan detail
Orang yang niat berbohong, biasanya sudah mencari tahu hal-hal yang dijadikan alasan. Misal waktu Anda tanya kemarin jalan sama siapa, dia jawab ‘Sama Toni, yang punya Lamborghini. Mesinnya Gallardo LP550-2 bodinya pakai bahan carbon fiber di side skirts, rear diffuser dan titanium di knalpotnya.’ Eaaa…jelasin tentang si Toni apa jadi dealer mobil?

7. Telat
Telat tanggap menyebabkan telat mikir, yang menyebabkan telat jawab. Dia perlu waktu untuk memikirkan alasan terbaik yang bisa diterima lawan bicara. Kalau perlu, dia akan mengalihkan perhatian kita, agar punya waktu menciptakan kebohongan. Tapi ya harap maklum deh kalau dia memang dari sononya telmi *telat mikir*

8. Emosi
Orang yang berbohong, cenderung tidak tenang dan bawaannya nyolot aja. Defensif dan menyerang balik, meski jawabannya jaka sembung bawa golok, alias ngga nyambung bo’.
Misal untuk pertanyaan yang sama, kemaren jalan sama siapa, jawabannya ‘Ah! Aku ga pernah marah kan pas kamu di antar pulang sama Udin?!’ Eaa…Udin dibawa-bawa…

***
modifikasi dari http://www.muhyen.com

Advertisements