[KYB] Suami, Maafkan Aku Yaaa

Sebenarnya agak berat saya menceritakan ini. Karena begitu hal-hal terdalam ini dibuka, ketahuan dong eike bukan istri yang baik. Tapi yasud deh, demi Koplak, saya ceritakan hubungan suami istri ini…(stensilan mode:on)

Saya dan suami tinggal satu rumah, satu ranjang *penting ya?* tapi ketemu tiap hari hanya beberapa jam, karena pekerjaannya yang banyak menyita waktu. Karena itu, kalau pas berduaan saja, saya berusaha menjalin komunikasi dengannya. Cuma kadang karena omongan saya suka asal, jadinya malah berantakan.

Topik yang sering dan senang hati saya bahas adalah calon mantu untuk anak perempuan kami (sekarang: 9 tahun). Setiap ada mahasiswa ganteng nan sopan di kelas saya, biasanya saya ceritakan ke suami, ditambahi embel-embel,

‘Pingin punya mantu kaya gitu’.

Biasanya suami menjawab dengan sewot,

‘Kenapa ngga cari mantu yang kaya aku?!’

Dan berakhirlah pembicaraan kami.

Gitu saya ya ngga kapok-kapok, masiiih saja ngomongin hal absurd supaya komunikasi tetap terjalin. Misal saat melihat ada uban di rambut suami, saya menawarkan diri untuk mencabutnya.

‘Eh Ayah, ada ubannya tuh! Aku cabutin ya?’

Tanpa menunggu persetujuan suami, langsung saya mengambil pinset dan mulai ngubek-ngubek rambutnya. Supaya ngga sepi, saya mencoba memancing pembicaraan.

Ayah, tahu ngga, si Alex ubannya lebih banyak dari kamu loo. Ada yang di depan, di sampiiing..’

Alex itu teman kantor, dan maksudnya saya mau menghibur, ubannya suami cuma sedikit dibanding dia.

Suami, minggirin kepalanya sambil nanya, ‘Kok kamu tahu?’

‘Ah? Ya..aku liat aja.’ …mulai ngerasa, kayanya ada yang salah niih…

Deket amat kok sampe keliatan? Lagi ngapain?’ katanya tajam.

Hadeeuh..rasanya bakal panjang deeeh…

Atau pas lagi pergi kemanaaa gituh, sehingga kita berduaan di mobil. Supaya ngga diem-dieman, saya mulai ngajak ngomong.

Ayah, si Alex itu hebat loh. Masa dia biarin istrinya tidur, sementara dia yang gendong bayinya semalaman. Dia juga yang bikinin susunya. Hebat ya!’

Suami, merasa tidak pernah melakukannya saat anak-anak kecil, hanya berkomentar pendek.

‘Itu si Alexnya aja yang aneh. Lagian, ngapain sih kamu cerita-cerita dia. Mau, jadi istrinya?’

Yaelaaa…padahal cerita doang. Nah, kalau udah begitu, mending diem aja deh. Silent is gold.

Malam hari, biasanya ada waktu sedikit untuk berbicara sebelum tidur. Cerita kegiatan masing-masing. Lebih tepatnya, saya yang cerita, suami yang mendengarkan.

‘Tadi kita makan di luar. Pake mobilku’

‘Uhm? Kemana? Sama siapa?’ kata suami setengah mengantuk.

Biasa, ke Sinar. Sama Santi, Sinta, Santo, Alex..’ saya berusaha mengingat-ingat.

Langsung dipotong sama dia,

‘Kok, ada Alex lagi? Akhir-akhir ini kamu sering bareng dia ya?’

Ugh OK, lain kali ngga usah sebut Alex meski dia ada dalam rombongan.

Tapi jangan salah, saya juga pernah ‘kena’ juga. Saya suka lupa, kalau suami tuh jujur bin polos. Sehingga saya selalu percaya kata-katanya, meski kadang bikin gondok.

Dia bisa tuh, lapor waktu saya baru pulang dari luar kota.

‘Aku tadi dari Felice’ katanya.

‘Eh? Kenapa?’ Deg-degan doong saya, secara Felice gitu loooh…

‘Nyari cincin buat kamu. Kasihan, cincinmu kan hilang’

‘O yaaaa??? Terus…terus…?’

Hore…hore…hore…! Inikah saatnya, setelah sekian lama ku memendam asa….

‘Ternyata, mahal yaaa. Aku keluar lagi’

>.<‘

Suami, penting ya, diceritain?’ jawab saya kesal.

Ketularan koplak opo piye?

Baca tulisan lain? Niiih
Mengkompasianakan Koplak, dan Mengkoplakan Kompasiana^^

20130116-064644.jpg

2 Comments

  1. Ternyata bisa koplak juga ya he he….
    Tapi itu bukti kalah dalam diri setiap manusia ada sisi koplaknya…its so natural

Komen? Silakan^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s