Menggigit Rindu


Aku disini. Menunggumu. Melewati pusaran waktu.

Apakah ini rindu

Jika di tengah keramaian ku merasa kesepian

Apakah ini rindu

Jika yang lain tertawa ku merasa kepedihan

Apakah ini rindu

Jika melihat pelangi terbayang kau jauh di ujung sana

Apakah ini rindu

Jika yang indah adalah sembilu

Aku masih disini. Menunggumu.

Terdengar ketukan di pintu. Kubuka, kupikir kamu.

Seorang nenek buruk rupa berdiri di depanku. Matanya bulat besar memandangku.
Diulurkannya sebuah apel merah, digenggam jari kurus panjang.

‘Apel ini akan mewujudkan keinginanmu’ katanya sambil menyeringai.

‘Apa keinginanmu?’ katanya lagi.

Aku menjawab ragu ‘Aku sedang menunggu’

‘Ah, tepat sekali!’ katanya gembira. ‘Gigitlah ini. Dan kau akan bertemu yang kau rindukan.’
Dia mengangsurkan apel itu lagi lebih dekat ke wajahku.

Aku ragu. Tujuh kurcaci telah memperingatkanku, untuk tidak bergaul dengan orang asing.
.
.
.
Tapi apel itu begitu merah…dan ia menjanjikan, aku akan bertemu!

‘Ayo, gigitlah!’ kata nenek itu lagi ‘Tak ada kesempatan kedua. Kau pasti sudah sangat ingin menemuinya’

Aku mengangguk. Rindu ini telah masuk ke nafasku, desahanku, dan peluhku.

Dengan hati-hati ku ambil apel itu. Kugigit perlahan, sedikit saja…

Kamu disana. Tersenyum menyapa. Menggandeng tanganku mesra. Duduk berdua…
.
.
.
Nenek itu terkekeh dan mengambil apel yang tergigit, di samping putri yang telah tertidur.

Rindu… akan melenakan manusia. Dan membuatnya jadi bodoh luar biasa…
***
inspirasi dari cerita Snow White
Sumberr gambar : collider.com

20130107-002127.jpg

Komen? Silakan^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s