Selecta dan Jatim Park 3, Sudah Pantas Jadi Wisata Dunia

Buat orang Jawa Timur, pergi ke Kota Batu di dekat Malang ini sudah jadi kebiasaan liburan. Yang mampu dan mau bisa setiap weekend sambang kota di kaki gunung tersebut, yang cuma punya mau pasti dalam puluhan tahun hidupnya pernah juga kesana, malah mungkin bisa juga setahun sekali. Sudah hawanya enak, banyak tempat wisata, harganyapun terjangkau.

Pas saya kecil sepertinya tiga kali dalam setahun pasti ke sana. Selain karena alasan tersebut di atas, ada villa punya kantor Bapak yang bisa digunakan. Jaman yesterday yang dikunjungi adalah Songgoriti, Selecta, dan Sengkaling. Oleh-olehnya sayur-sayuran yang dengan semangat dibeli Ibu saya di pasar Batu karena bagus-bagus dan segar, tanaman dengan warna cerah yang ngga selalu hidup begitu ditanam di rumah, dan kelinci lucu yang biasanya kisahnya berakhir tragis, ‘diacak-acak’ kucing. Hiks 😢

Tapi Batu jaman now sudah berubah. Ada satu pengembang yang ekspansif banget punya tempat wisata, dibarengi dengan kemunculan hotel-hotelnya. Dampaknya hotel-hotel baru bermunculan, restoran silih berganti launching, tempat oleh-oleh menjamur. Tentu ada dampak negatifnya seperti kemacetan tiada tara dan berkurangnya debit air yang bisa diserap penduduk.

Selecta termasuk wisata jaman yesterday yang bisa bertahan. Punya kekayaan alam aja ngga cukup, pengelolaa juga mesti bener biar perputaran uang itu efektif. Trus adaptif terhadap perkembangan jaman. Selecta ini sudah isinya lengkap, terawat baik, harga terjangkau untuk semua kalangan, yang membanggakan petugasnya kebanyakan anak muda. Tuh termasuk kerjaan mencukupi dan menantang tuh kerja di taman hiburan.

Untuk wisata modern, Kota Batu punya Jatim Park Group. Pengembang ini punya Jatim Park seri 1 sampai 3, yang isinya gado-gado, fun, dan untuk semua kalangan umur, single apa double 😁 Ada lagi Museum Tubuh, Museum Angkut, Predator Fun Park, dan Batu Night Spectacular. Sekarang ini iklannya sudah muncul di majalah AirAsia edisi internasional dengan nama Batu Highland. Wah nyaingin Genting Highland ya. Karena perginya sudah dulu-dulu, banyak yang belum tercatat. Tapi ngga apa lah better late daripada never 😁

Kalau beli tiketnya itu mau lebih murah beli yang paketan,bisa hemat sampai 20 ribu. Tapi hanya bisa 3 wahana. Nanti wahana lain beli tiket terpisah saja. Jam bukanya juga beda-beda, yang pertama adalah Dino Park yang buka mulai jam 11 siang.

Dino Park sesuai namanya adalah taman dinosaurus dengan berbagai tulang, bentuk dan peragaan soal dinosaurus. Yang antri panjang kereta dinosaurus, kaya roller coaster pake basah-basahan gitu tapi yang versi ala-ala. Peragaannya bagus loh interaktif dan keliatan niat. Trus ada petugasnya juga kalau kepo pingin tahu itu apa sih maksudnya. Area indoornya ngga terlalu luas tapi gede iya. Kita pergi ke outdoor dan ternyata ada taman luas banget yang bisa ditelusuri satu-satu. Kalau males bisa pakai e-bike, motor listrik yang bisa disewa. Taman dinonya ada beberapa tema ya, ada yang cuma buat foto, bisa ditunggangin, bersuara. Ada Aquarium 4D yang kita mesti pakai kacamata khusus untuk melihat ikan jadi-jadian bergerak di layar yang pura-puranya aquarium. Ini bukan karena pengelola malas cari ikannya, tapi karena kan yang dipajang model ikan purba gitu atau nenek moyangnya mahluk air. Wahananya juga dibuat seolah-olah kita masuk gua. Ada juga wahana Ice Age yang berwarna putih semua karena memang ceritanya di Kutub Utara jaman yesterday. Ngga dingin sih, yah secara mahluknya juga bikinan ya. Trus pedagangnya juga bertema negeri 1001 malam gitu, meski makanannya ya pentol-pentolan 😁 Ada banyak pilihan kok.

Tempat kedua yang kita datangi adalah Legend of The Stars. Isinya kaya Madame Tussaud yang Bangkok, Hong Kong dan London disatukan 😁 saking banyaknya tokohnya. Soal kemiripan jangan khawatir, karena dari kunjungan kapan hari ke Madame Tussaud Hong Kong juga ngga mirip-mirip banget kok. Semua tokoh dlm dan luar negeri ada disini, lengkap sama kondisinya. Yang Pak Jokowi ada sampai dua kali, bisa buat foto-fotoan kaya di Istana Negara. Malah ada yang kaya syuting gitu yang sukses buat teman saya mengucapkan selamat dalam rangka apa nih diundang ke istana 😆 Oya disini juga dibikinin sekalian miniatur istana presiden jadi kita bisa sok-sokan diundang ke istana 😄 Seolah ngga cukup, ada miniatur white house juga loh! Tentu lengkap dengan Trump di dalamnya 😁

Selain tokoh nasional, presiden negara lain, ilmuwan, seniman dan artis, yang dibikinin khusus adalah Diagon Alleynya Harry Potter. Jiah ngga usah ke Universal berarti 🤣 Trus pengelolnya niat juga buat suasan di Belnsa lengkap sama miniatur bandara Schipol, kincir angin dan toko jul souvenir khas Belanda. Soal ini souvenirnya beneran, jadi bisa kasih oleh-oleh asli. Foto ala keluarga Belanda juga ada. Yang laris manis lainnya adalah miniatur Jepang. Ini malah lengkp sama persewAn kimono, payung, bakiak dll buat persiapan foto depan kuil Jepang lengkap dengan bung sakura. Makanan disini variatif dan ala Jepang semua. Makannya juga di tatami. Toiletnya? Ala Doraemon 😁

Tempat ketiga yang kita datangi adalah Museum Musik. Letaknya agak terpisah ya, di dalam Dino Mall. Kirain kecil ternyata di dalam ada eskalatornya karena ni museum ternyata 3 lantai 😆 Isinya lengkap banget mulai alat musik dari seluruh dunia, jenis musik lagi-lagi lengkap dengan penyanyi dan suasananya, semuasiap sedia buat selfie atau minta tolong mas-masnya yang menawarkan diri untuk motoin. Heran sipa ya orang kaya yang rela menjadikan koleksi pribdinya sebagai tontonan? Tapi emang keren banget kok…

Tempat keempat yang kita datangi masih di Dino Mall, namanya FunTech. Isinya kaya permainan-permainan canggih gitu dan kebanyakan VR. Ada yang cuma duduk di kabin mirip telur atu jip, tris digoncang-goncang gitu. Ada juga yang membutuhkan gerak seperti dance bareng teman, naik sepeda bareng, sabet buah-buahan dan nangkap ikan. Di lantai dua ada mainan panjat-panjatan yang seru. Intinya telnologi ngga selalu bikin orang jadi mager. Teknologi yang tepat malah bikin orang jadi lebih aktif bergerak dengan lebih menyenangkan.

Kayanya masih ada dua atau tiga tempat yang belum kita datangi. Waktunya ngga cukup padahal bukanya sampai malam. Kalau ke sini sepertinya perlu waktu 2 hari biar puas. Yang pasti tempatnya bagus dan lengkap, bangga punya yang begini di Indonesia 😊👍

***

IndriHapsari

Advertisements