Cafe And Rest Area Gumitir : Tempat Peristirahatan Yang Komplit

Kalau kita melakukan perjalanan dari Jember ke Banyuwangi atau sebaliknya, via jalan biasa, maka yang akan kita lewati adalah kelokan-kelokan tajam yang menguji kemampuan driver, sekaligus nyali penumpangnya. Namun di balik itu semua, pemandangan jauh ke lembah di bawah jalan sungguh menyejukkan mata. Belum lagi udaranya yang segar, sehingga tanpa ACpun ngga kepanasan.

Dan tersebutlah di tengah-tengah perjalanan, ada satu tempat peristirahatan yang disebut Cafe and Rest Area Gumitir, sekitar 1,5 jam dari kota Jember. Dikelola oleh PTPN XII, meski perusahaan pemerintah namun keniatannya mengelola tempat istirahat ini patut diacungi jempol.

Ada tempat makan di tempat yang paling tinggi, menyajikan makanan cepat saji macam tahu goreng, tempe, singkong, sama beberapa makanan berat. Tapi tentu saja bintangnya kopi, yang memang berasal dari perkebunan kopi yang dikelola PTPN XII. Tempat wisata yang sama di Lawang yang dikelola perusahaan ini, juga mengandalkan hasil perkebunan teh mereka,

Pelayanannya cepat dan rasa makanannya memuaskan, mungkin juga didukung udara yang sejuk dan segar. Sayang kopinya kurang dipromosikan, padahal bisa jadi andalan. Misal cara pemrosesan dari biji jadi bubuk, atau proses membuat kopi luwak, tentu menarik bagi turis. Belum lagi minimnya info, kenapa kopi mereka jadi istimewa. Hal yang sama terjadi di Semarang, di perkebunan kopi Banaran. Mereka hanya menjual kopi, tanpa menjelaskan kenapa kopinya istimewa.

20140730-201457-72897819.jpg

Tempat ini cukup komplit dan manajemennya bagus, ngga sampai bikin pengunjung ngamuk meskipun banyak sekali yang menikmati tempat ini. Selain cafe, ada mobil atv yang mainnya ngga asyik, cuma putar-putar keliling lapangan, lengkap sama bleduknya. Ada naik kuda, ini kayanya asyik karena masuk ke perkebunan. Dan yang jadi primadona adalah naik mobil wisata. Ada yang bentuknya jeep, mungkin rute berbeda, dan yang kami naiki seperti kereta kelinci, muat 10 orang. Harga tiket per orang 25 ribu rupiah.

Pertama kita diajak menuruni lembah, lalu mobil dihentikan di dekat terowongan kereta api. Kita bisa turun, dan kalau beruntung bisa menyaksikan kereta melewati terowongan. Untuk ngendon nunggu sampai kereta datang ngga bisa, karena sopir kereta kelinci cuma memberikan waktu 15 menit. Oya sopirnya ini bisa ditanya-tanyai seperti guide, cuma ya jangan harapkan bakal teratur dan sistematis seperti yang profesional.

Berikutnya kita diajak masuk ke perumahan karyawan PTPN. Wah kalau liat rumah-rumahnya seakan kembali ke jaman lampau, saat Belanda berkuasa. Rasanya tenaaang banget, ada air sungai mengalir di bawah, dan tanaman mengeluarkan warna terbaiknya.

20140730-201457-72897597.jpg

Kali ini kita diajak ke pabrik kopi. Karena hari libur, mereka tidak beroperasi. Cuma ya itubtadi, blas ngga ada demo atau apa kek, yang menjelaskan ini mesin apa, buat apa, prosesnya gimana. Pokonya ya kumpulan benda mati yang ngga bisa cerita. Makanya kunjungannya cepat banget, dan coba aja tanya pengunjung lagi, apa yang mereka sudah lihat tadi, mungkin besok sudah pada lupa.

Habis dari pabrik kopi ya balik lagi. Makin siang makin ramai saja. Yang melayang dengan flying foxnya makin sering terlihat. Lalu ada juga yang naik ke kursi raksasa. Bermain di playground, mencicipi aneka makanan, dan berfoto menghadap lembah, jamak dilakukan para pengunjung.

***
IndriHapsari

Advertisements