Lawan Yang Sepadan

Hampir usai perhitungan suara quick count Pilpres 2014 kali ini, yang hasilnya dipercaya mewakili perhitungan suara yang asli. Dengan error sekitar 1-2%, hasil perhitungan yang menunjukkan keunggulan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla ini hanya beda tipis dengan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa.

Perasaan haru terus terang menyeruak di dalam dada. Siapapun yang menang, terbukti pihak lawan telah menghargai arti perjuangan dengan mengusahakan yang terbaik untuk bisa memenangkan persaingan. Menyebabkan arti kemenangan ini menjadi begitu berarti, dan mengenang ia sebagai lawan yang sepadan.

Sepadan artinya setara. Kemampuannya sebenarnya sama, pembedanya ada di keberuntungan, takdir, atau apapun namanya untuk menyebut faktor X, hal-hal yang berada di luar kendali kita.
brazil1
Bayangkan jika kemenangannya begitu mudah dicapai, seperti Jerman melawan Brazil yang berakhir dengan kekalahan telak 7:1. Yang menang dipertanyakan kemampuannya, karena pantas saja menang dengan kondisi lawan yang kurang mampu untuk bertanding, beban mental dan entah apa lagi yang menyangsikan kemampuan kedua kubu. Sedang bagi yang kalah semua hinaan dan ejekan akan menimpa padanya. Pertandingan kemarin seperti latihan target, tulis sebuah status. Ini tim Brasil atau Arab Saudi sih? Begitu tulis lainnya. Yang kalah berlipat-lipat malunya.
brazil2
Namun dengan mempertaruhkan keberuntungannya, dengan tidak lupa berjuang sepenuh tenaga, pihak yang belum beruntung kali ini telah membuktikan dirinya, punya kemampuan yang sama hebatnya dan tidak membutuhkan tangan untuk menutupi wajahnya. Yang saya bayangkan adalah Beliau akan meninggalkan panggung pemilihan ini dengan wajah tegak, punggung yang tegap, dan wibawanya akan masih terasa, meski dalam hati Beliau kecewa. Harga diri masih di tangannya.

Semoga setiap pihak tetap legawa. Yang menang tidak menjadi sombong karena keberuntungannya, namun berterima kasih pada para pendukung, baik relawan, timses, pemilih dan terutama keluarga, atas doa dan dukungan mereka semua. Buat yang belum beruntung, sebenarnya pekerjaan yang lebih besar menanti. Menciptakan kader-kader pemimpin yang sama kualitasnya dengan dirinya sekarang, pasti akan membuat Indonesia menjadi lebih baik.

Selamat, selamat untuk semua, mari bahu membahu membangun masa depan bangsa ^_^
***
IndriHapsari

Advertisements