Sarapan di Hotel

Ya gini ini, kalau raga masih di tempat kerja, tapi jiwa sudah jalan kemana-mana (hiiii serem!). Rasanya (maaf) pantat sudah gatal untuk meninggalkan kursi, tapi belum bisaaaa (T.T) Akibatnya setelah menulis tentang kamar hotel, jadi ingin membahas soal sarapan di hotel. Sebelum kecewa, ini artikel ngga penting lho! Jadi jangan menguatkan diri untuk melanjutkan membaca, namun harus ikhlas jika nantinya tidak mendapatkan sesuatu apa.

Sarapan di hotel, bisa merupakan suatu opsi, atau termasuk dalam paket kamar. Kalau memesan hotel lewat situs penawaran hotel, misal Booking.com, Agoda.com, atau Hotels.com, mereka mencantumkan keterangan harga kamar sudah termasuk sarapan atau belum. Jika memilih kamar dengan sarapan maka harga kamar jadi lebih mahal. Karena namanya saja budget traveler, opsi sarapan ini sering saya lewatkan. Sebagai gantinya, siapkan mie seduh, roti, atau pesan makanan via room service, tapi satu porsi untuk berdua (T.T)

Kalau sarapan sudah termasuk harga kamar, inilah saatnya saya mencicipi berbagai model sarapan yang disajikan. Secara garis besar, bisa saya bagi menjadi paket hemat, medium, dan ‘eat till you drop’

Paket Hemat
Saya pernah menginap di satu-satunya hotel yang ada di suatu kecamatan di Bali, yang mereka sajikan adalah kue jajan pasar dan segelas teh manis hangat. Tanpa diminta, ketika bangun pagi, kue sudah disajikan di depan kamar kita dengan ditutup tudung saji. Kalau mau lebih, bisa minta dibuatkan nasi goreng, dengan tambahan biaya.

Ada satu hotel baru di Yogyakarta, yang memberikan kupon sarapan bagi setiap pelanggannya. Saat saya pertama kali datang ke ‘restoran’nya, saya harus menyerahkan kupon tersebut, kemudian ditanya ‘mau makan apa, bubur ayam atau gudeg?’ Saya jawab ‘Saya mesti ambil dimana?’ Maksudnya mau milih sendiri gitu. Ternyata pelanggan harus menyebutkan dulu menu yang diinginkan, menyerahkan kupon, setelah itu petugas akan mengambilkan SATU porsi pesanan kita. Minuman, free flow untuk air mineral. Lainnya? Silakan beli dari vending machine yang ada di resepsionis.

Paket Medium
Biasanya pilihannya tidak banyak. Tak apalah, yang penting ADA pilihan. Omelette, nampaknya jadi menu wajib makanan fresh from the kitchen. Untuk lainnya kalau di Indonesia pasti ada nasi, minimal satu lauk, satu sayur. Minuman air mineral, teh kopi dan jus buah. Juga tersedia buah segar sebagai hidangan penutup.

Hotel di Singapura menyajikan sosis, kentang goreng, dan sup kacang merah untuk sarapan tamunya. Sedang hotel di Bangkok menawarkan sereal, susu, potongan salami, roti, sup kacang merah dan buah segar. Kali ini minumannya hanya teh dan kopi.

Paket ‘eat till you drop’
Perasaan saya kalau dapat paket yang ini, antara cinta dan benci. Cinta karena bisa memuaskan lidah penasaran saya, benci karena mereka biang keladi bertambahnya berat badan. Biasanya paket ini ditawarkan oleh hotel mulai bintang empat.
Saya tidak akan membahas satu-satu, bisa panjang artikelnya. Tapi kalau mau dikelompokkan, ada kelompok pasta, roti, masakan Indonesia (kalau sedang di Indonesia), hidangan penutup (buah, puding dan kue), masakan Jepang, dimsum, bubur ayam (di Indonesia), omelette, dan sereal. Jus buahnya lebih dari satu macam, lainnya standar. Kalau di Malaysia, hampir sama, hanya masakan Indonesia diganti masakan khas Malaysia, lalu ada roti canai dan karinya.

Kalau setelah sarapan Anda berkegiatan yang memerlukan aktivitas fisik, go ahead! Makan yang banyak. Tapi kalau modelnya seperti seminar atau rapat, jangan banyak-banyak. Soalnya jam 10 nanti ada coffeebreak 🙂

***

 

Advertisements