Anthony Bourdain, The Culinary Bad Boy

Acara jalan-jalan sambil nyicipin makanan menjadi salah satu favorit saya, dan jutaan pemirsa televisi dunia. Makanya acara begini pasti laku, apa lagi kalau yang keliling chef terkenal. Kalau penikmat makanan saja, yang ngga jago masak, keluarnya pasti ‘Enak bangeeet!’ sambil kedip-kedip, mata digedein, dan jempolnya goyang-goyang. Dah. Itu doang.

Tapi kalau chef profesional, dia sekali lihat, atau mencium baunya, sudah tahu ni makanan enak apa ngga, menarik untuk dicoba apa ngga. Apalagi kalau udah nyoba, dia bisa mendeskripsikan rasa. ‘Seperti meledak di mulut’, ‘sangat lembut’, ‘campuran dari jintan, merica dan kayu manis’. Meski bukan acara memasak, kita jadi kebayang resepnya apa.

Kalau yang barusan ini ada Gordon Ramsay, terkenalnya dari acara Hell Kitchen dan Master Chef. Meski jadi iblis di program ini, tapi kalau jalan-jalan keliling dunia dia cenderung jadi manis. Maksudnya sopan gitu loh, dan semua dia bilang menarik, itu satu tingkat di bawah enak.

20140623-053712-20232262.jpg

Kalau mau yang lebih bad boy lagi, ada Anthony Bourdain. Pertama lihat dia di acara No Reservations, kemudian yang sekarang tayang di BBC Knowledge adalah A Cook Tour. Ketertarikan pertama, apalagi kalau bukan karena cakep *eaaa*. Posturnya tinggi langsing, mengherankan mengingat dia selalu melahap makanan yang disajikan. Dalam beberapa episodenya diperlihatkan dia lagi merokok. Aslinya lebih parah, 2 bungkus per hari. Jangan lupa juga soal alkohol, itu dia tenggak juga.

Bourdain yang dari Prancis dan jadi top chef di beberapa restaurant di New York ini ceritanya keliling dunia, nyicipin makanan otentik dari negara tersebut. Nyicipin makanannya sih gampang, kesana kemarinya yang susah. Karena dia blusukan di pasar, masuk pedalaman, pokonya daerahnya ngga melulu enak. Capres aja kalah #eh.

Yang menarik kalau dia sudah mulai makan yang aneh-aneh. Negara-negara Asia senang sekali sama makanan yang katanya berfungsi untuk meningkatkan vitalitas. Dan yang jadi korbannya selalu ehemnya binatang, ngga peduli reptil ngga mamalia. Gitu ya dia lahap juga. Atau saat dia nyobain daging iguana, yang masih kelihatan aja kalau itu kakinya si iguana. Kulitnya keras, dagingnya kaya karet. Rasanya? Ngga kaya ayam *ini komen teraman untuk menggambarkan suatu rasa*

Bourdain juga cuek aja bilang rencana programnya yang gagal. ‘Seperti banyak acara tak jelas lainnya, produser menginginkan chef Anthony Bourdain dengan tubuhnya yang atletis berenang di pantai, menyelam melihat terumbu karang, menangkap ikan, dan memasaknya di tepi pantai.’ Alih-alih demikian, komentar berubah menjadi, ‘chef Anthony Bourdain yang bertubuh kurus dan berbokong rata, merasa kedinginan dan tidak bisa menyelam lama-lama. Dua bungkus rokok membuatnya tak mampu menahan nafas.’ Kemudian tidak ada tayangan memasak di pantai, yang ada Bourdain lagi menenggak wine di restaurant tepi pantai, menunggu ikan bakarnya datang.

Ya hal-hal seperti itu yang membuat ia unik. Profesional pasti, kalau enak dia bilang enak dan ada alasannya. Lalu dia tidak segan memuji nenek-nenek yang masaknya ribet dan lama, tapi hasilnya enak. Maksudnya kalau melihat posisi dia yang bisa memimpin siapa saja di dapur, pujian seperti itu langka banget. Sebaliknya dia bisa ngomel-ngomel kalau ngga enak, misal aja dia bilang chicken McNugget itu ngga enak. Atau dia yang rada sinis ke orang-orang Vegan. Meski dia mengakui masakan vegan ‘lebih enak dari yang dia bayangkan’, sepulang menyantap sayur-sayuran dia melesat ke satu restaurant di kota, dan memesan steak tartar, alias daging mentah *masih inget kan salah satu episode Mr. Bean?* Daging sudah mendarah daging dalam tubuhnya.

Katanya sih dia bercerai tahun 2000, nikah lagi tahun 2007. Rasanya karena seminggu kemudian anaknya lahir. Lalu ia berhenti merokok. Bukunya sudah belasan judul, dan buku pertamanya, Kitchen Confidential yang terbit tahun 2000 menjadi best seller untuk non-fiksi. Setelah itu mulai deh dia merambah dunia, yang sepertinya berakibat pada perceraiannya.

***
IndriHapsari

Advertisements