Misunderstanding Bikin Pusing

misunderstanding

Foto kita minggu ini (eh, emang ada program gitu ya? :D) berasal dari Pinterest. Kata-katanya, ya pas banget dengan prinsip cuek saya. Ngga usah habiskan waktu untuk menjelaskan, pada orang yang sudah mengambil posisi untuk mencurigai kita.

Begini, untuk menjelaskan sesuatu itu kan butuh usaha. Males dong, ngomong sama tembok, atau orangnya tidak berpikiran terbuka. Mau jelasin pake model apa, atau sambil saltopun sama aja. Kalau saya sih, jika berada dalam posisi harus menjelaskan, ya saya hubungi ybs, japri, jelaskan menurut saya gimana. Kalau dia ngga mau terima, malah sembunyi atau penggiringan opini, ya sudah. Urusanmu, gitu pikir saya. Sayanya sih move on aja, kerjain yang lain, berteman sama yang lain. Manusia ya bukan dia aja.

facebook

Contoh, sekalian ngejelasin bahaya tulisan, setiap kita menulis sesuatu, ada kemungkinan ada yang sensi dan tersinggung. Padahal lo, ngga ngomongin dia. Jadi berasa dunia cuma ngelilingin dia aja. Haish …~.~

Kalau saya pada posisi mendapatkan penjelasan juga sama, berakhir dengan sepakat, atau sepakat untuk tidak sepakat. Yang penting kasih kesempatan orang untuk ngomong, dengerin baik-baik, coba bayangkan pada posisinya. Kalau masih nyebelin juga, ya ngga usah berteman lagi sama dia. Hemat waktu, hemat usaha.

Penilaian orang memang bisa beda-beda, kadang jauh dari yang kita bayangkan. Karena itu bersikap baik senantiasa juga diperlukan. Tapi baik sama bego itu kadang bedanya tipis, jadi hati-hati dimanfaatkan. Selain itu, ngga usah bersedih hati atau marah semisal mengalami sakit hati atau diskriminasi, cari teman lain yang lebih OK. Kalau benar kita orangnya asyik, ya teman baru nanti datang sendiri kok.

^_^

***

IndriHapsari

Advertisements