Tak Bisakah Kita Tulus Saja?

20131108-060918.jpg

Yah, orang memang lain-lain ya. Kita tak pernah tahu apa yang ada di dalam hatinya. Namun sebaik apapun mereka menyembunyikannya, akhirnya ketahuan juga.

Waktu. Waktu yang akan membukanya. Waktu akan pelan-pelan memperlihatkan, bagaimana orang itu sebenarnya. Bisa karena kita yang belajar, atau ia yang tak sadar memperlihatkan aslinya.

Meskipun dibungkus dengan kata-kata sehalus apapun, kita bisa memperkirakan apa yang ada di baliknya. Mau pakai emo smiley jenis apapun, ya tetap terasa gondoknya.

Dan hal ini bukan hanya terjadi di orang biasa saja lo, tapi di orang luar biasa juga. Padahal tentu kita berharap lebih pada orang luar biasa tersebut, karena bila ia dapat mencapai posisi tersebut, tentu ada kelebihan yang membuatnya berhasil. Ternyata, itu semua hanya keberuntungan saja.

Karena menjadi orang luar biasa, terpaannya lebih banyak. Bukan angin sepoi-sepoi, tapi mungkin badai. Dan kalau ia hanya mengandalkan posisinya sebagai yang teratas atau terdepan tersebut, tanpa ketulusan dalam bersikap, ia tak akan bertahan lama.

Ketulusan akan membuat kita mampu menghadapi banyak cobaan. Ya, cobaan juga ngga pilih-pilih kok, mau tulus mau ngga, cobaan kerap datang. Namun bedanya, kalau tulus kita bisa lebih kuat menghadapinya, dan dapat terus bertahan. Ketidaktulusan membuat kita cepat putus asa, dan mencari cara singkat dan cepat untuk mengatasinya.

Maka mungkin saya harus undur diri, dari daftar penggemar orang-orang luar biasa, ketika saya tak menemukan ketulusan dalam perkataannya.

***
IndriHapsari
Gambar : womannation.com

Advertisements