Mengistimewakan para pembenci

Distorsi bener deh. Harusnya memperhatikan orang-orang yang tulus mencintai kita, ini malah sibuk mikirin pembenci. Wedew…

a madeandi's life

Saya kadang mengamati perilaku teman-teman di Facebook. Mereka yang mendapat banyak respon sering kali tidak bisa menjawab semua komentar. Menariknya, hampir selalu ada respon jika ada yang berkomentar buruk. Tidak jarang, seorang pemilik akun Facebook khusus membalas komentar negatif tentang foto yang dipajangnya padahal tidak pernah membalas komentar positif yang diberikan teman-temannya. Saya pun pernah begitu. Foto yang saya pasang di dinding Facebook bisa disukai oleh lebih dari 100 orang dalam dua atau tiga hari. Rasanya hampir tidak pernah saya membalas mereka yang menyukai (like) foto saya.

Komentar terhadap gambar atau status juga kadang tidak sempat dibalas jika terlalu banyak. Komentar singkat yang positif seperti “bagus banget” atau “keren” bisa terlewatkan tanpa balasan, terutama jika jumlahnya puluhan. Akan tetapi, begitu ada komentar negatif, rasanya tidak rela kalau tidak membalas dan ‘membela diri’. Saya kira banyak yang mengalami hal ini. Akibatnya, seringkali mereka yang berperilaku negatif itu mendapat perlakuan…

View original post 161 more words

Advertisements