Ajar Piaraan Lebih Beradab

20130814-140446.jpg

Paling sebal kalau melihat seorang tuan dengan anjingnya, mojok berdua di taman, trotoar, di tempat umum ataupun perumahan, karena si anjing lagi BAB. Lalu setelah selesai, melengganglah si anjing dan tuannya, menyisakan yang jijik dan kotor untuk orang lain.

Helloooo, yang perlu diajarin ini tuannya, atau piaraannya sih?

Kalau di Jepang, adalah lazim membawa anjing berjalan-jalan, dengan membawa pengki dan kantong plastik. Begitu si anjing pup, langsung tuannya membersihkan kotorannya, dan dibuang di rumah. Entah dikubur atau cara lainnya agar tak bau dan mencemari lingkungan. Jadi bukan senang pelihara binatang, tapi bagian ngga enaknya dikasih ke orang.

Di Indonesia beda. Kalau anjing mulai menunjukkan tanda-tanda mau pup, langsung buka pagar, untuk mengantarkan dia ke tempat mana aja yang dia suka. Oh tentu ngga boleh kalau di depan rumah saya. Tapi masa karena itu saya ngga boleh jalan kemana-mana karena banyak ranjaunya?

Kalau kucing lain lagi. Karena dianggap aman ngga bisa menajiskan orang, dan ngga galak, maka dibiarkanlah dia melenggang sendirian, untuk urusan yang sama, boker. Yang ini malah lebih susah, mana yang liar, mana yang piaraan, karena tuannya sendiri ngga nampak.

Padahal bisa loh, mengajar piaraan untuk pup di tempat yang telah ditentukan, atau potty training. Ngga perlu Cesar Millan yang di program The Dog Whisperer, orang biasapun bisa. Masuk ke forum penyayang binatang, tanya ke pet shop, googling, ada lah pasti. Contoh di http://www.anjingmania.com. Saya sendiri melihat best practicenya. Tempat pup kucing terdiri dari pasir halus, dan kucingnya tahu tuh harus kemana saat pup.

Tentu saja melatihnya harus berkali-kali, seperti potty training, di berbagai tempat yang diperbolehkan. Mengajari anak aja mesti berkali-kali, apalagi ini, yang bahasanya beda. Apapun caranya, mereka bisa diajari kok. Jangan mau kalah sama pelatih macan di sirkus dong ^_^

Jadi, kalau ada piaraan yang jorok, suka pup sembarangan, jangan serta merta menyalahkan tu piaraan kurang berkeprimanusiaan. Malah tuannya yang mesti memahami kepribinatangan, supaya lebih beradab.

Bagaimanapun, kita hidup berdampingan, bukan di tengah hutan.

***
indrihapsari
Gambar : anjingmania.com

Advertisements