Sombong Ieyuh!

20130619-224852.jpg

Paling sedih deh, kalau ada yang mengira saya teh orangnya sombong. Ya ampun, saya tuh ngga sombong, cuma kepedean aja.

Iya, saya memutuskan untuk belagak pede daripada minder. Minder ngga akan membuat saya bergerak kemana-mana, malah makin terpuruk. Ngga asyik pula untuk pergaulan. Maka saya berusaha ngga memikirkan kelemahan saya, dan terus maju dengan apa yang saya punya.

Pede menyebabkan saya berani bicara di depan umum, termasuk di depan orang yang baru dikenal. Pede membuat saya berani melangkah, mengerjakan sesuatu yang baru, mencoba hal yang menantang. Pede membuat saya lebih menikmati hidup.

Namun ya itu, ada saja yang mengira, saya dengan segala kecuekan dan ketegasan saat bicara, menandakan sikap yang tak pedulian apa kata orang. Saya sih tahu kalau diomongin *sombong number one*, tapi anggap aja fans *sombong number two*. Maksudnya gini loh, ada hal-hal yang perlu kita sikapi, ada yang hanya perlu didengarkan, ada yang baiknya diabaikan daripada mengacaukan hari. Lagian, siapa tahu mereka yang nuduh cuma sirik aja *sombong number three*.

Saya sadar, meski kita telah berlaku selurus mugkin, ada saja hal yang menyebabkan kita disangka ‘belok’. Contoh, teman saya pernah cerita, posisi jam tangan itu menandakan orangnya seperti apa. Kalau ditaruh di tangan kiri, artinya ni orang humble atau rendah diri, eh, rendah hati. Kalau di kanan artinya orangnya sombong.

Saya, yang sejak duluuuu selalu make jam tangan di kanan, protes dong dengan hasil temuannya. Diapun manggut-manggut, ‘Iya ya, padahal kamu kan ngga sombong.’ Tuuuuh kan…. Saat ditanya apa alasannya saya ngga pake di tanagn kiri, saya bilang, ‘Buat cebok.’ Eh, beneran ini. Di toilet yang mengandalkan gayung, tangan kiri pasti aktif deh. Nah di saat itulah saya khawatir jam tangan saya basah kalau digunakan di tangan kiri. Masuk akal kan.

Jadi… jangan takut ya berteman sama orang yang pake jam tangannya di kanan…*moral of the story*

IndriHapsari
***
Foto: pinterest.com

Advertisements