[Skyfall] Tidak Perlu Ganteng Untuk Jadi James Bond!

20130410-221151.jpg

Saya tidak suka Daniel Craig.

Menurut saya, pemeran James Bond yang satu ini yang paling ngga dapet
feelnya sebagai agen rahasia yang flamboyant, playboy, perayu, dan
semua aspek yang membuat wanita blingsatan kepadanya. Wajah, kurang
ganteng. Postur, cenderung slim dengan bahu yang tidak lebar. Mata,
pandangan kurang lembut. Senyum, ngga bikin klepek-klepek. Makanya
semua film James Bond yang dibintangi dia malas saya ikuti, apalagi
belain ke bioskop.

Namun karena beberapa review mengatakan Skyfall, film Craig teranyar
adalah ‘The Best Film Bond Ever’ maka jadi penasaran juga kan.
Akhirnya dibelain deh nonton di bioskop.

Dan…saya harus merubah penilaian saya.

Craig seakan membuktikan pada saya, bahwa ‘Hei, saya memang kurang
ganteng. Tapi saya tetaplah seorang gentleman’. Tanpa
menitikberatkan pada pesona ragawinya, sikap, tindakan dan body
language Craig seakan menunjukkan kelasnya sebagai seorang agen
rahasia yang jagoan, berani menempuh bahaya, cerdas, fokus pada
tugasnya, dan pada Skyfall, setia pada seorang wanita.

Jangan bayangkan wanita itu adalah wanita muda seksi yang biasanya
menghiasi film-film Bond, lengkap dengan romansa..eh…ngga ding, adegan
seksnya. Wanita yang dibela-belain oleh Bond kali ini adalah wanita
tua, M, yang sudah berepisode-episode menjadi bosnya.
Wanita-muda-seksi-nya malah sudah dibunuh karakternya sejak awal.

Paling suka waktu adegan Bond kembali ke rumahnya, Skyfall di
Skotlandia. Melihat punggungnya, saat menghadap dataran Skotlandia
yang gersang, dingin, berkabut, rasanya sesuatu yang gimanaaa gitu.
Pengen nemenin. Hihihi…

OK, cukup soal Bond. Yang menarik lainnya, adalah tokoh penjahatnya.
Silvas. Jadi teringat karakternya Hannilbal Lector di Silence of The
Lamb, yang psikopat itu. Ada juga yang menyamakannya dengan karakter
Joker di Batman. Penjahat, yang ngga sekedar penjahat. Main wataknya
jago banget, dan semua pergantian karakternya berganti dengan mulus.

Bayangkan, sejak pertama kemunculannya, dia sudah menjadi filsuf
dengan mengajari Bond tentang filosofi tikus, lalu perencana yang
unggul dengan kemampuan IT yang canggih, lalu homoseks, tega membunuh
pacarnya yang PSK (iya, dia bi!), sakit hati terhadap M yang merupakan
mantan bossnya (iya, dia dulu agen rahasia juga), berganti ke
ketenangan dia bermeditasi, jadi penjahat berdarah dingin yang
membunuh orang-orang di parlemen, menggempur Skyfall, menangis ketika
mendapati M terluka (padahal anak buahnya juga yang nembak), dan
terakhir minta bunuh diri sama-sama dengan M. What a day! Sibuk banget
Bapak yang satu ini berganti-ganti peran. Love it!

Sosok lain yang patut diperhatikan, adalah Q. Q ini yang biasa
menciptakan peralatan canggih untuk Bond. Biasanya bapak-bapak,
sekarang anak muda, rada geek gituh. Tapi cukup sombong dan percaya
diri, dengan kemampuan yang mumpuni. Senang saja melihat sosoknya yang
tidak mengindahkan ejekan Bond karena kemudaannya, tanpa perlu ngamuk
apalagi marah-marah. Just prove it.

Secara keseluruhan film ini…awesome! Adegan kejar-kejaran di Turki,
pakai sepeda motor, di genteng! Atau saat Bond membekuk pembunuh
bayaran, di gedung pencakar langit di SangHai. Atau saat naik perahu
ke suatu tempat yang dipenuhi banyak lampion di perairan Macau.
Kalimatnya pendek-pendek, tapi mengena. Yang penting, pesonanya luar
biasa, untuk agen rahasia yang ngga ada gantengnya ^^

http://en.wikipedia.org/wiki/Skyfall

Advertisements